Wednesday, August 18, 2004
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

 

 

 

Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA

Metro TV, 15 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB

 

Islam adalah agama fitrah, agama naluri kesucian manusia. Cinta tanah air adalah naluri manusia, cinta kepada tempat dimana dia lahir dan dibesarkan adalah fitrah. Karena itu, Cinta tanah air adalah manifestasi dari iman (Hubbul Wathan minal iman). Cinta  tanah air,  bangsa dan negaranya adalah manifestasi iman bukan sekedar sebagian dari iman. Jadi bila tidak ada cinta kepada tanah air, kepada bangsanya maka tidak ada iman di dalam dadanya. Ciri-ciri ada iman adalah cinta kepada tanah airnya.

 

“Engkau, wahai kota Mekkah adalah negeri yang paling saya cintai”, sabda Nabi ketika hijrah ke Madinah.

 

Orang yang tidak mencintai tanah airnya boleh kita sebut sebagai pengkhianat. Orang yang beriman menempatkan negara di tempat yang tinggi. Karena tempatnya yang tinggi ini, oleh Allah, tanah air disejajarkan dengan agama. Perhatikan firman Allah berikut :

 

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 60:8).

 

Selama orang-orang non-muslim bersahabat dengan kita, maka kita dapat hidup berdampingan dengan mereka, bahkan harta dan jiwa mereka dalam jaminan Nabi. “Barangsiapa yang mengganggu mereka,  maka telah menggangguku”, sabda Nabi.

Namun begitu musuh masuk ke negara kita dan mengusir kita dari tempat tinggal kita, maka tidak ada kata lain, no way, kita harus bangkit, yang mati karenanya adalah syahid. Seandainya leluhur kita tidak berjuang dahulu maka kita tidak akan seperti sekarang ini.

 

Nah, keberadaan dan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini wajib kita syukuri, karena kemerdekaan adalah salah satu nikmat yang besar dianugerahkan kepada kita. Bagaimana kita mengingat kenikmatan kemerdekaan ini ? Kita kenang perjuangan para leluhur kita, kita ingat cita-cita perjuangan mereka, kita kenang jasa-jasa mereka.

 

‘kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu (akhirat) tentang kenikmatan yang kamu dapatkan” (QS. 102:8).

 

Bagaimana agar kita bisa mengetahui bahwa kemerdekaan itu berupa nikmat ? Kita akan baru sadar arti sebuah kemerdekaan apabila dibandingkan dengan Negara-negara yang sedang direnggut kemerdekaannya, seperti yang dialami Irak selama ini. Bayangkan kalau Negara kita masih dijajah oleh bangsa lain.

 

Kemerdekaan adalah kita dapat dengan bebas mengatur negara kita sendiri, lalu dari kebebasan mengatur ini akan keluarlah beberapa peraturan yang kita ciptakan sendiri, dan kita mengikatkan diri dengan peraturan-peraturan tersebut dalam rangka kebahagiaan bersama. Manifestasi dari mensyukuri kemerdekaan adalah dengan cara melaksanakan peraturan-peraturan yang telah dibuat  tersebut guna mencapai kebahagiaan bersama.

 

Negara kita menyimpan segudang materi dan sumber daya alam yang luar biasa, yang bahkan orang-orang lain menyebutnya, Indonesia sebagai bagian kecil dari taman-taman surga.

 

Kita pun bisa belajar dari negara kita sendiri, karena negara kita mengandung juga makna-makna yang dalam. Seperti di negeri kita, tumbuh berdampingan antara pohon besar dan rumput di sekitarnya. Kita bisa mengambil pelajaran bhw rumput kecil bisa hidup berdampingan dengan pohon besar tanpa merasa khawatir tidak kebagian rizki. Pohon besarpun melindungi rumput dari panas terik dan angin besar. Kalau pohon dan rumput bisa demikian, seharusnya antara rakyat kecil dan para pengusaha besar dan pejabat dapat hidup berdampingan dan saling membantu.

 

Mensyukuri adalah menggunakan anugerah nikmat sesuai dengan tujuan anugerah itu diberikan. Seperti misalkan kita diberi peci, maka mensyukurinya adalah peci itu digunakan, dan harus diletakkan di kepala, bukan untuk menggosok sepatu. Mensyukuri kemerdekaan adalah demikian juga, harus sesuai dengan cita-cita kemerdekaan itu sendiri, yaitu bisa mengelola negara dan bangsa sendiri seoptimal dan sebaik mungkin.

 

Kita punya laut, punya ikan-ikannya, mutiaranya.. berapa banyak ikan yang bisa kita tangkap ? berapa banyak mutiara yang baru diambil ? Masih sangat sedikit. Boleh jadi Jepang lebih mensyukuri pemberian negaranya.

 

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. 16:14).

 

Kufur nikmat jika kita belum mengambil seluruhnya sumber daya alam negara kita. Kufur itu artinya adalah menutupi. Kekayaan alam yang belum tergali adalah berstatus menutup. Bersyukur adalah membuka dan mengangkat kekayaan alam itu sehingga dapat kita gunakan sebaik-baiknya.

 

Kemerdekaan bukanlah kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan yang mutlak  bisa  menyebabkan kerusakan yang mutlak pula. Karena itu, kemerdekaan mengandung batas-batas karena kalau tidak kita akan mudah dijajah. Penjajahan tidak lagi seperti dahulu berupa invasi pasukan, karena memakan biaya sangat boros di sisi penjajah, tapi penjajahan akan masuk pada sektor-sektor pendidikan, ekonomi, penjajahan di bidang ilmu dan teknologi dan lain-lain.

 

Jika kita bersyukur  terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, maka janji Allah akan menambah nikmat tersebut. Kita bersyukur bukan hanya memenuhinya dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’ tapi harus dibarengi pula dengan bekerja keras, bekerja  dengan giat memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan fungsinya dan menggali potensi-potensi nikmat yang belum tergali dan termanfaatkan.

 

Arief Wiryanto


Posted at 11:24 am by ariefsalman

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry
Counter
Dikunjungi Sejak 1 April 2005


online

eXTReMe Tracker

Contact
--------

YM! ariefwiryanto
ariefwiryanto@yahoo.com

BLOG ARIEF HIKMAH
Arief Hikmah


JUDUL-JUDUL ARTIKEL

Profil Ahli Tafsir Quran
Prof. Dr. M. Quraish Shihab


Minal Aidin wal Faizin
MAKNA Silaturahim

Puasa
Puasa vs Bencana
Puasa & Kemenangan

Mengenal Allah : Al-Wahhab
Mengenal Allah : Ar-Rahman Ar-Rahim
Mengenal Allah Lewat Asmaul Husna

Sunnatullah & Alam
Taqwa
Cinta Tanah Air
Sahabat
Kuasa
Jasa Nabi Muhammad saw
Akhlaq
Doa
Musibah
Puasa & Kemenangan
Khusyu' dlm Sholat Kejujuran
Pemimpin
Kebutuhan Primer Pria & Wanita
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Menghargai
Takabbur
Perubahan
Qadha & Qadar/Taqdir
   

<< August 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed