 |
Saturday, January 01, 2005
PROFIL PROF. DR. M. Quraish Shihab
Dr. Quraish Shihab
|
Muhammad Quraish Shihab lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, dia melanjutkan pendidikan menengahnya di Malang, sambil "nyantri" di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah. Pada 1958, dia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyyah Al-Azhar. Pada 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Hadis Universitas Al-Azhar. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di fakultas yang sama, dan pada 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al-Quran dengan tesis berjudul Al-I 'jaz Al-Tasyri'iy li Al-Qur an Al-Karim.
Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercayakan untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, dia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur), maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang ini, dia juga sempat melakukan berbagai penelitian; antara lain, penelitian dengan tema "Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur" (1975) dan "Masalah Wakaf Sulawesi Selatan" (1978).
Pada 1980, Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikannya di almamaternya yang lama, Universitas Al-Azhar. Pada 1982, dengan disertasi berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa'iy, Tahqiq wa Dirasah, dia berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu-ilmu Al-Quran dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtat ma'a martabat al-syaraf al-'ula).
Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984, Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca-Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, dia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashih Al-Quran Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989), dan Ketua Lembaga Pengembangan. Dia juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syari'ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Di sela-sela segala kesibukannya itu, dia juga terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah di dalam maupun luar negeri.
Yang tidak kalah pentingnya, Quraish Shihab juga aktif dalam kegiatan tulis-menulis. Di surat kabar Pelita, pada setiap hari Rabu dia menulis dalam rubrik "Pelita Hati." Dia juga mengasuh rubrik "Tafsir Al-Amanah" dalam majalah dua mingguan yang terbit di Jakarta, Amanah. Selain itu, dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi majalah Ulumul Qur'an dan Mimbar Ulama, keduanya terbit di Jakarta. Selain kontribusinya untuk berbagai buku suntingan dan jurnal-jurnal ilmiah, hingga kini sudah tiga bukunya diterbitkan, yaitu Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1984); Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama, 1987); dan Mahhota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta: Untagma, 1988).
___________________________________________
MEMBUMIKAN AL-QURAN
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab
Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996
Jln. Yodkali 16, Bandung 40124
Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038
mailto:mizan@ibm.net
|
Posted at 09:48 pm by ariefsalman
Permalink
Thursday, December 16, 2004
Menjemput Bidadari - Epicentrum
|
Download Clip
EPICENTRUM
Menjemput Bidadari
Adalah Engkau
Rembulan di Langit Hatiku
Selamat Datang Bunga
Perjalanan Tepi Malam
Lirik Lengkap
|
Menjemput Bidadari
by Dani Setiawan
--nantikan segera kaset albumnya
EPICENTRUM
bila yakin tlah tiba, teguh di dalam jiwa,
kesabaran menjadi bunga
smentara waktu berlalu,
penantian tak berarti sia-sia,
saat perjalanan adalah pencarian diri
laksana Zulaikha, jalani hari,
sabar menanti Yusuf Sang Tambatan Hati
di penantian mencari diri, bermohonkan
ampunan, ... dipertemukan
segra kan ku jemput engkau bidadari,
bila tiba waktu kutemukan aku ya Ilahi Robbi,
keras ku mencari diri, sepenuh hati
teguhkanlah ku dilangkah ini,
di pencarian hakikat diri
dan ijinkan ku jemput bidadari, tuk bersama
menuju-MU, mengisi hari
kini yakin tlah tiba, teguh di dalam jiwa,
kesabaran adalah permata
dan waktu terus berlalu,
penantian selalu memiliki arti, karna perjalanan
adalah pencarian diri laksana Adam dan Hawa,
turun ke bumi, terpisah jarak waktu
di penantian mencari diri, bermohonkan
ampunan, ..
dipertemukan bidadari tlah menyentuh hati,
teduhkan nurani
bidadari tlah menyapa jiwa,
memberikan makna
wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
|
Posted at 11:04 am by ariefsalman
Permalink
Monday, November 22, 2004
KAJIAN TAFSIR QURAN, AL-MISHBAH
Assalamualaikum wr.wb,
Ikuti terus kajian Tafsir Ayat-ayat Quran, Al-Mishbah, dengan nara sumber Prof. Dr. M.
Quraish Shihab di Metro TV, tiap hari jam 04.30 - 05.30 WIB.
Semoga kita menjadi semakin mengerti apa maksud Allah.
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 08:26 am by ariefsalman
Permalink
Tuesday, October 12, 2004
PUASA & KEMENANGAN
Seperti kita ketahui, puasa atau shaum adalah menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami isteri dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Akan tetapi makna dan hikmah yg terkandung dari puasa/shaum adalah lebih dari itu. Kata nabi, ada orang-orang yang nantinya mendptkan puasa sekedar lapar dan haus saja. Mereka kehilangan makna.
Jadi apa makna puasa/shaum ? lalu mengapa nabi mengkaitkan dengan kemenangan jika kita berhasil menemukan dan menerapkan makna terdalam puasa itu ?
Makna puasa dlm artian menahan diri dan mendptkan kemenangan, dapat diibaratkan demikian :
apabila dalam pertandingan sepak bola, bayangkan kita adalah sebagai pemainnya, dan bola adalah perlambang nafsu dan potensi-potensi lain dari diri kita. Apabila kita mndptkan lemparan bola yang datang ke arah kita, maka bola kita tahan agar dpt kita kendalikan. Setelah berhasil kita menguasai bola, tentunya bola jangan hanya ditahan atau malah dihancurkan. Gol Kemenangan tidak tercapai jika bolanya hanya ditahan, tapi kita arahkan bola tersebut sehingga menghasilkan gol.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan apabila kamu menyadari nafsu dan potensi-potensi2mu datang kepadamu, maka kendalikan mereka. Jangan dimatikan tapi diarahkan. Karena mereka dapat menjadi kekuatan apabila kita mampu mengendalikannya.
Akhir puasa, jika kita berhasil dengan sukses mengendalikan nafsu dan potensi-potensi lain dlm diri kita, tidak hanya ditahan tapi diarahkan maka akan mendapatkan kemenangan buat diri masing-masing kita. Itulah KEMENANGAN PRIBADI.
Dalam bermain sepakbola pun perlu ada kerjasama. Kemenangan tidak akan tercapai sempurna bila tidak ada kerjasama yang bagus di antara pemainnya. Gol kemenangan memang dapat diciptakan dari pribadi-pribadi tapi itu sifatnya insidental dan sekali-sekali saja. Jauh lebih baik jika kemenangan itu diperoleh karena ada kerjasama tim yang bagus.
Oleh karena itu dalam berpuasa, puasa kurang sempurna jika kita tidak peduli dengan orang lain, dengan sesama muslim, sesama tim kita sendiri, itulah zakat.
Kemenangan yang diperoleh dari proses kerjasama dan saling tolong menolong yang bagus dan indah, maka akan menciptakan KEMENANGAN BERSAMA.
Dunia lebih membutuhkan SUPER TEAM dibandingkan dengan SUPER MAN, kata sobat saya, teguh sudibyantoro.
Demikianlah sekelumit dari hikmah Puasa yang dapat kita ambil. Yang benar datang dari Allah swt, yg salah dari saya sendiri.
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 03:02 pm by ariefsalman
Permalink
Friday, October 08, 2004
Assalamaualaikum wr.wb,
Khusyu dlm sholat bukan berarti mengosongkan
dari segala pikiran selain Allah. Karena nabi pun
pernah ketika selesai sholat, beliau masuk ke
dalam kamar kemudian keluar dan berkata "saya
lupa dan teringat ketika sholat bhw saya harus
melunasi hutang saya".
Khusyu' dapat diibaratkan sebagai berikut :
Jika kita diberi undangan untuk melihat-lihat
pameran lukisan yang diadakan oleh orang yg
sangat kita hormati, maka ada beberapa sikap
yang bisa kita lakukan :
- Kita menerima dan datang ke undangan
tersebut karena utk menghormati walopun kita
tidak mengerti tentang lukisan
- Kita datang dan kita termasuk orang yang
senang dan mengerti terhadap lukisan
- Kita datang, mengerti tentang lukisan dan kita
terpukau oleh salah satu lukisan yg dipamerkan,
sampai-sampai kita ditepuk oleh sahabat kita,
kita tidak merasakannya
Yg terakhir inilah tingkat Khusyu' yang paling
tinggi. Setidaknya kita memiliki khusyu' dalam
sholat dalam rangka menghormati undangan
Allah.
Sholatlah kamu seolah-olah kamu melihat Allah di
hadapanmu... jika tidak bisa, ketahuilah dan
rasakanlah bahwa memang Allah sedang
melihatmu sedang sholat --- hadits Nabi.
Jika Anda sedang menghadap dengan orang yg
sangat Anda hormati, tentunya Anda akan sangat
konsentrasi kepada orang tersebut, sampai-
sampai tangan Anda tidak melakukan gerakan-
gerakan kecil yg kurang pantas dan tidak perlu.
Terpukaulah ketika sholat akan kebesaran2 Allah..
---- uraian pak Quraish ---
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 07:35 pm by ariefsalman
Permalink
Thursday, September 23, 2004
Kejujuran
Prof. Quraish Shihab, Lc
Metro TV, 1 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB
Apa sih Jujur ?
Jujur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah :
- tulus, tidak culas, lurus hati
- wan yang harus diberikan pengantin laki kepada mertua perempuan
Jujur menurut Al Quran adalah Shidq, yang mempunyai makna dasar “kuat”. Orang yang shidq (benar / jujur) adalah kuat, karena itu dia berani.
Kejujuran mencakup semua hal dari sejak kita berniat sampai beraktifitas. Kata Nabi, “lakukanlah kejujuran dalam segala aktifitas kamu”. Mau berjuang, kita harus jujur, kalahpun harus jujur.
Doa Nabi adalah masukkan aku dengan jujur, dan keluarkan aku dengan jujur pula.
Kejujuran dalam berucap
Kejujuran dalam berucap bukan sekedar benar isinya melainkan juga harus tepat. Seperti contoh, ada ayat QS yang mengatakan “Tiap-tiap yang hidup itu pasti mati”, namun bila kita sampaikan ayat tersebut pada pesta pernikahan maka kita sudah tidak berbuat jujur, karena tidak tepat walaupun ayat tersebut benar.
Lawan jujur dalam berucap adalah berbohong. Berbohong adalah mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan yang Anda ketahui. Kita dilarang untuk berbohong, karena bisa menyesatkan dan menyengsarakan orang lain. Orang yang berbohong adalah orang yang lemah, orang yang takut dan memiliki kompleks kejiwaan yang sakit. Karena lemah yang melahirkan kebohongan itulah maka orang tersebut dikatakan ‘tidak shidq’. Orang yang tidak kuat berpeluang besar untuk tidak jujur.
Pesan nabi : “Jangan berbohong. Kamu mengira dengan berbohong dapat menyelamatkanmu padahal berbohong dapat mencelakakanmu”.
Berbohong dapat dibenarkan hanya dalam 3 kondisi :
- dalam peperangan.
- melakukan ishlah dalam menyatukan kembali dua orang yang sedang bermusuhan
- gombal kepada pasangan suami/isteri kita.
Ketika kita terpaksa harus berbohong dalam 3 kondisi tersebut kita pun harus jujur. Bagaimana maksudnya ? Katakan dan tekadkan dalam diri “Saya berbohong ini karena diperintah oleh Allah, untuk memenangkan peperangan, atau untuk mendamaikan dua orang yang sedang bermusuhan atau untuk menyenangkan hati suami/isteri saya”.
Kejujuran dalam berucap adalah berkata benar dan tepat.
Kejujuran dalam berniat
Jujur dalam berniat adalah kita harus tulus, ikhlas baik kepada Tuhan maupun kepada manusia. Bahkan dalam bersedekahpun kita harus jujur. Sedekah asal katanya pun dari Shidq atau Shidqah, yang artinya jujur (harus tulus, ikhlas). Memberikan mahar kepada pengantin wanita pun disebut dengan shidaq. Karena itu memberikan mahar kepada pendamping wanita harus disertai niat yang tulus, ikhlas.
Kejujuran dalam berniat adalah berniat dengan tulus ikhlas, baik kepada Tuhan maupun kepada manusia.
Kejujuran dalam bertindak
Dalam bertindak pun kita harus jujur. Jangan curang, jangan menipu dan jangan memanipulasi fakta dan data. Bertindakpun selain kita harus benar juga harus tepat. Misalkan dalam ingin bertindak melawan kejahatan, bagi kita sebagai rakyat tindakan yang jujur adalah melaporkan kejahatan kepada pihak kepolisian. Tidak jujur bila kita main hakim sendiri. Bagi polisi, jujur apabila melawan kejahatan dengan mengejar dan menangkap pelakunya. Pengadilan yang jujur adalah pengadilan yang mampu memberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya.
Dalam berdagangpun kita harus jujur, ungkapkan aib barangnya, jangan sampai ditutup-tutupi. Rasulullah mengajarkan hal ini dalam berdagang, apakah lantas barang dagangannya kemudian menjadi tidak laku. Malah sebaliknya, sangat laku keras, sehingga beliau terkenal seorang pedagang yang jujur dan orang-orangpun datang berbondong-bondong kepadanya.
(Dalam perusahaan, apabila kita melayani pelanggan kita harus terbuka, itulah yang sering dituangkan dalam “Term & Condition” agar pelanggan nantinya tidak kecewa karena apa yang diharapkan dari pelayanan maupun barang yang dibeli tidak sesuai).
Pada siapa saja kita harus jujur ?
Kejujuran Pada Diri Sendiri
Kejujuran pada diri sendiri adalah kejujuran yang dilandasi pada pengakuan diri bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kekurangan. Apabila dirinya tidak mampu untuk mengerjakan sesuatu maka dia akan katakan “tidak mampu”. Apabila dirinya memang tidak tahu, maka dia akan katakan “tidak tahu”. Orang yang mengakui kelemahan dirinya adalah orang yang lebih berpengetahuan daripada orang yang mengatakan “bisa”, “tahu” padahal dirinya “tidak bisa” dan “tidak tahu”.
Kejujuran Pada Manusia
Kejujuran mengantar seseorang dan orang lain mendapat kebaikan dan mengantarnya ke surga. Jujur pada anak-anak kita adalah mengakui dengan sepenuh hati kemampuan, kekurangan dan keterbatasan mereka. Sehingga jujur pada anak kecil adalah menerima kesalahan-kesalahan kecilnya, tidak memaki dia, tidak membebani dia dengan beban berat.
Jujur pada pasangan kita (suami/isteri) adalah jujur yang sangat terbuka. Kata Nabi hubungan pasangan suami/isteri adalah bak laksana luar angkasa, tidak ada batas di antara mereka seluas luar angkasa. Kalau antara mereka masih ada gengsi, takut untuk terbuka maka masih ada batas antara keduanya. Ini yang seharusnya tidak diharapkan. Seharusnya diantara mereka adalah saling terbuka, saling jujur.
Kejujuran Pada Allah
Kejujuran pada Allah adalah kejujuran yang mengakui fakta bahwa Allah adalah Esa, Satu dan segala sifat-sifatNya yang Agung, seperti Maha Pemurah, Penyayang. Itulah Tauhid, kejujuran yang paling tinggi kata Nabi. Dampak dari kejujuran ini adalah sebuah keikhlasan dan ketulusan pada Allah dalam segala tindak kita.
Catatan :
Kejujuran adalah kekuatan sesuai dengan kata-nya shidq yang berarti kuat. Kejujuran dapat membuat kita kuat karena kejujuran selalu berpihak pada fakta dan kebenaran, kita tidak akan tertipu dan khawatir. Kiat-kiat untuk dapat terus berlaku jujur adalah :
- Carilah teman yang jujur dan hindari teman yang buruk
- Carilah lingkungan yang jujur dan hindari lingkungan yang buruk
- Ingat selalu dampak buruk dari ketidakjujuran
- Ingat kepada Allah.
Arief Wiryanto
Yayasan Jaringan Informasi Islam
Posted at 03:38 pm by ariefsalman
Permalink
Wednesday, September 15, 2004
Pemimpin
Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA
Metro TV, 29 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB
http://ariefhikmah.blogdrive.com
Setidaknya di dalam Al-Quran ada tiga kata yang merujuk kepada makna Pemimpin :
- Khalifah
Khalifah mempunyai arti dasarnya adalah yang di belakang, fungsinya memberikan dorongan kepada yang ada di depan. Kata Khalifah di dalam Al-Quran hanya 2 kali disebut. Pertama, ketika Tuhan memberitahukan kepada malaikat tentang rencananya untuk mengutus manusia sebagai khalifah di muka bumi. Surat Al-Baqarah, Allah berfirman “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." .(QS. 2:30).
Kedua, di dalam Surat Ash-Shaad, “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi”. (QS. 38:26).
Lihatlah perbedaan dalam kedua surat di atas. Allah menggunakan kata “Aku” dalam merencanakan adanya khalifah/pemimpin di muka bumi, tapi pada QS. (2:30), digunakan kata “Kami” ketika mengangkat seorang khalifah/pemimpin pada QS. (38:26). Menurut hemat penceramah (Pak Quraish), apabila Allah menggunakan kata “Kami” maka menunjukkan bahwa ada keterlibatan peran makhluk selain Allah sendiri, berbeda halnya jika Allah menggunakan kata “Aku” maka itu hanya Allah saja yang berperan. Ketika Nabi Daud diangkat menjadi pemimpin maka ketika itu, Allah dan manusia di lingkungan Nabi Daud telah mengangkat Nabi Daud sebagai pemimpin buat umat/rakyatnya.
Jadi maknanya adalah ketika merencanakan seseorang untuk menjadi ketua, pemimpin, calon presiden sah-sah saja jika direncanakan oleh sendiri, namun ketika hendak mengangkat seseorang menjadi seorang pemimpin, calon presiden, ketua dan sebagainya yang bermakna pemimpin maka mengangkatnya harus oleh orang banyak atau diwakili oleh sekelompok orang yang merepresentasikan orang banyak.
Makna khalifah erat sekali kaitannya dengan bumi. Khalifah ditempatkan di bumi. Maka ketika kita mengangkat seorang pemimpin hendaknya ada keterkaitan dia dengan bumi tempat dia tinggal. Khalifah erat juga kaitannya dengan Allah. Jika Anda tidak mempunyai hubungan baik dengan Allah, maka Allah tidak akan mengilhami Anda. Jadi seorang pemimpin atau khalifah harus mempunyai hubungan erat dengan Allah dan masyarakat tempat dia memimpin dan tinggal bersamanya.
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS. 33:72). Masih berkaitan dengan khalifah, sebenarnya tugas apakah yang dibebankan kepada manusia ? Kepemimpinan bukanlah fasilitas tapi dia merupakan tanggung jawab.
- Imam
Imam mempunyai arti dasarnya adalah yang dituju, yang diteladani. Oleh karena itu, Ummi (Ibu) mempunyai makna tempat yang dituju oleh anak-anaknya. Begitu juga dengan arti Imam Shalat, adalah orang yang dituju oleh para makmumnya ketika sholat berjamaah.
Di dalam Quran, kata Imam terdapat dalam surat Al-Baqarah :
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". QS. (2:124).
Ketika Ibrahim dijadikan imam oleh Allah, Nabi Ibrahim meminta agar keturunan-keturunannya pun diangkat menjadi imam. Tapi dijawab oleh Allah bahwa perjanjian kontrak antara Allah dan Ibrahim tidak berlaku bagi orang-orang yang berlaku aniaya.
Seperti yang telah disebutkan dalam pembahasan Khalifah bahwa seorang pemimpin harus mempunyai hubungan yang erat dengan Allah dan masyarakatnya. Sedangkan pada pembahasan Imam juga terkait dengan hubungan erat tersebut, Allah mengajarkan agar pemimpin selalu ingat akan kontraknya dengan Allah dan kontrak sosialnya dengan masyarakatnya.
Sebelum Nabi Ibrahim diangkat menjadi imam, Nabi Ibrahim diuji terlebih dahulu. Maka pemimpin yang mau kita angkat, kita harus melakukan uji (fit and proper test, uji kelayakan atau apapun bentuknya). Lihatlah dalam keluarganya, bisakah dia memimpin keluarganya ?. Lihatlah track recordnya, hendaknya keimanan dan amal shaleh (amal baik dan sebagainya) sudah sejak dahulu jauh sebelum akan dipilih sebagai pemimpin, bukan saat ketika berkampanye atau saat akan dipilih sebagai pemimpin.
< QS. Tentang sejak dulu sudah beriman dan percaya >>
Lihatlah pula tingkah laku dan sepak terjangnya, lihatlah dulu program-programnya. Lihatlah juga hubungan dia dengan Tuhannya, lihatlah juga teman-temannya dan lain sebagainya.
Seorang pemimpin juga bukan hanya pandai mensosialisasikan program-programnya tapi juga mampu mengantar/menuntun rakyatnya menuju kepada yang terbaik, dengan sabar dan kuat.
- Ulil Amri (jama’), Amir (tunggal)
Amir dapat mengandung arti subyek yaitu menyuruh dan bisa mempunyai arti obyek yaitu yang disuruh.
Seorang pemimpin adalah seorang yang mampu menyuruh dengan baik namun juga mau dengan rela disuruh oleh rakyat yang dipimpinnya dan juga Allah yang telah mengangkatnya. Seorang pemimpin hendaknya semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya, melayani rakyatnya dan sebagainya. Jika dia tidak mau disuruh oleh rakyat maka dia tidak boleh diangkat menjadi pemimpin.
Ketiga nama atau sebutan untuk pemimpin yaitu khalifah, imam dan ulil amri adalah menunjukkan bahwa pemimpin memiliki fungsi ketiga hal utama. Pemimpin sebagai khalifah, yaitu yang berada di belakang, fungsinya memberikan dorongan, fasilitas, semangat dan sebagainya. Pemimpin sebagai imam, yaitu yang berada di depan, fungsinya sebagai teladan atau imam. Pemimpin sebagai amir, yang bersedia untuk memerintah dan diperintah. Oleh karena itu, seorang pemimpin selalu dekat dengan rakyatnya, selalu berada di tengah-tengah mereka karena seorang pemimpin dalam memerintah tidaklah efektif jika berada di kejauhan dari rakyatnya, dan begitu juga rakyat tidak mungkin bisa memberikan permintaan, masukan dan perintah kepada pemimpinnya jika pemimpinnya tidak berada di depannya.
Pemimpin adalah :
· orang yang berada di depan menjadi imam (teladan)
· orang yang berada di belakang menjadi khalifah (pendorong)
· orang yang berada di tengah menjadi amir, (ikut merasakan)
· orang yang pandai memerintah
· orang yang rela diperintah oleh masyarakat
· orang yang tabah
· orang yang mengabdi
· orang yang pandai mengantar dan menuntun rakyatnya kepada yang baik.
Di kitapun, sudah lama juga dikenal dengan semboyan yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantoro, berhubungan dengan pemimpin, yaitu :
- Ing ngarso sung tulodo
o Di depan menjadi teladan
- Ing madyo mangun karso
o Di tengah-tengah membangun karya (karir, moral, pembangunan, material, dll)
- Tut Wuri Handayani
o Di belakang memberi dorongan dan support.
Kita warga Negara Indonesia pun sudah banyak melahirkan banyak pemimpin yang berhasil membawa bangsa ini keluar dari keterpurukan menuju keadaan yang terbaik. Contohnya adalah Jenderal Sudirman. Oleh karena itu, kita jangan pesimis, kita mempunyai sumber daya manusia cukup banyak dan melimpah, 220 juta, diantaranya optimis akan lahir pemimpin yang kita dapat harapkan, semoga dan berjuanglah.
Sekian dan terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 05:16 pm by ariefsalman
Permalink
Monday, August 30, 2004
Kebutuhan Primer Cinta Pria dan Wanita
Seringkali saat ini, perceraian, kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, keretakan-keretakan rumah tangga dan kesalahpahaman antara pasangan Pria dan Wanita ... bagaimana ini bisa terjadi ? Mungkin tulisan ini bisa menjadi salah satu bahan mengapa Wanita dan Pria perlu memahami dalam mengartikan cinta yang dilahirkan oleh pasangannya.
Selamat Menyimak...
Enam Kebutuhan Primer Cinta Wanita
dan
Enam Kebutuhan Primer Cinta Pria
Dari : Dikutip penuh dari Buku Mars and Venus, John Gray, Ph.D
Kebanyakan kebutuhan emosional kita yang kompleks dapat diringkas sebagai kebutuhan akan cinta. Kaum pria dan wanita masing-masing mempunyai enam kebutuhan cinta yang khas dan sama-sama penting. Kaum pria terutama membutuhkan kepercayaan, peneriimaan, penghargaan, pujian, persetujuan dan dorongan. Kaum wanita terutama membutuhkan rasa sayang, pengertian, rasa hormat, perhatian, penegasan dan jaminan. Tugas besar untuk memikirkan apa yang dibutuhkan pasangan kita dapat sangat disederhanakan melalui pemahaman tentang kedua belas cinta yang berbeda itu.
Dengan meninjau daftar ini, Anda dengan mudah dapat melihat mengapa pasangan Anda merasa tidak dicintai. Dan yang paling penting, daftar ini dapat memberi Anda arah untuk memperbaiki hubungan-hubungan Anda dengan lawan jenis bila Anda tidak tahu lagi harus berbuat apa.
|
Wanita perlu menerima :
1. Perhatian
2. Pengertian
3. Hormat
4. Kesetiaan
5. Penegasan
6. Jaminan |
Pria perlu menerima :
1. Kepercayaan
2. Penerimaan
3. Penghargaan
4. Kekaguman
5. Persetujuan
6. Dorongan |
Memahami kebutuhan-kebutuhan primer Anda
Tentunya setiap pria dan wanita pada akhirnya membutuhkan kedua belas jenis cinta itu. Mengakui keenam jenis cinta yang dibutuhkan kaum wanita tidak berarti kaum pria tidak membutuhkan jenis-jenis cinta ini. Kaum pria juga membutuhkan perhatian, pengertian, rasa hormat, kesetiaan, kebenaran dan ketenteraman. Yang dimaksud “kebutuhan primer” adalah orang perlu lebih dulu memuaskan kebutuhan primernya sebelum sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.
Kebutuhan primer harus lebih dulu dipenuhi sebelum orang sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.
1. Wanita membutuhkan Perhatian, Pria membutuhkan Kepercayaan
Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicinta dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang penuh cinta, pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama. Tentu saja si wanita makin mempercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih mudah menerima.
Bila wanita menunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria, pria itu merasa dipercaya. Mempercayai pria berarti meyakini bahwa ia melakukan yang terbaik dan bahwa pria tersebut menginginkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama pria itu pun terpuaskan. Otomatis pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.
2. Wanita membutuhkan Pengertian, Pria membutuhkan Penerimaan
Bila pria mendengarkan tanpa menghakimi, melainkan dengan empati dan kedekatan terhadap wanita yang sedang mengungkapkan perasaan-perasaannya, wanita itu merasa didengarkan dan dipahami. Sikap penuh pengertian tidak berarti mengetahui pikiran atau perasaan seseorang, melainkan berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang didengar, dan bergerak untuk membenarkan apa yang disampaikan. Semakin terpenuhi kebutuhan wanita untuk didengarkan dan dimengerti, semakin mudah baginya untuk memberi penerimaan yang dibutuhkan pasangannya.
Bila wanita dengan penuh cinta menerima pria tanpa berusaha mengubahnya, pria itu merasa diterima. Sikap menerima itu tidak menolak, melainkan menegaskan bahwa pria itu diterima dengan gembira. Ini tidak berarti si wanita yakin pria itu sempurna, melainkan memperlihatkan bahwa ia tidak mencoba memperbaiki pria itu, bahwa ia mempercayai si pria untuk membuat perbaikan-perbaikan sendiri. Setelah merasa diterima, lebih mudah bagi pria untuk mendengarkan dan memberi wanita pemahaman yang dibutuhkan dan layak diterimanya.
3. Wanita membutuhkan Rasa Hormat, Pria membutuhkan Penghargaan
Wanita merasa dihormati bila pria menanggapinya dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhannya. Bila tingkah laku pria itu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaannya, wanita tersebut pasti merasa dihormati. Ungkapan-ungkapan rasa hormat fisik dan nyata, misalnya dengan memberi bunga dan mengingat ulang tahun, sangat penting untuk memuaskan kebutuhan cinta utama nomor tiga pada wanita. Bila wanita merasa dihormati, jauh lebih mudah baginya untuk memberi suaminya penghargaan yang layak diterimanya.
Bila wanita mengakui telah menerima manfaat dan nilai pribadi dari usaha-usaha dan tingkah laku pria, si pria jadi merasa dihargai. Penghargaan merupakan reaksi alami terhadap pasangan didukung. Setelah merasa dihargai, pria tahu usahanya tidak sia-sia; dengan demikian, ia didorong untuk memberi lebih banyak. Pria yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.
4. Wanita membutuhkan Kesetiaan, Pria membutuhkan Kekaguman
Bila pria mengutamakan kebutuhan-kebutuhan wanita dan dengan bangga mendukung dan memuaskan si wanita, kebutuhan utama cinta nomor empat wanita tersebut terpuaskan. Wanita berkembang subur jika ia merasa dipuja dan istimewa. Pria dapat memenuhi kebutuhan ini dengan lebih mementingkan kebutuhan dan perasaan wanita itu daripada minat-minatnya sendiri seperti pekerjaan, pelajaran, dan rekreasi. Jika si wanita merasa dirinyalah yang terpenting dalam kehidupan pria itu, dengan mudah ia akan memberikan kekagumannya.
Seperti halnya wanita perlu merasakan perhatian pria, pria pun perlu merasakan kekaguman wanita. Mengagumi pria adalah memandangnya dengan penuh kekaguman, rasa senang dan persetujuan yang menyenangkan. Pria merasa dikagumi jika wanita gembira dan takjub akan sifat-sifat khasnya atau bakat-bakatnya yang mungkin mencakup rasa humor, keperkasaan, ketekunan, kejujuran, integritas, kemesraan, kebaikan hati, cinta, pengertian dan sifat-sifat baik lain. Bila pria merasa dikagumi, ia akan merasa cukup aman untuk membaktikan diri bagi isterinya dan menyanjungnya.
5. Wanita membutuhkan Penegasan, Pria membutuhkan Persetujuan.
Bila pria tidak keberatan atau tidak menentang perasaan dan kebutuhan wanita, melainkan menerimanya dan menegaskan keabsahannya, wanita akan betul-betul merasa dicintai, karena kebutuhan primernya yang kelima telah terpuaskan. Sikap mengesahkan pria menegaskan hak wanita untuk merasa sebagaimana dirasakannya. (Perlu diingat, pria dapat menghargai sudut pandang wanita, meski ia sendiri mempunyai sudut pandang berbeda). Setelah pria belajar menunjukkan pada wanita sikap mengiyakan ini, pria itu pasti memperoleh persetujuan yang terutama dibutuhkannya.
Jauh di dalam lubuk hatinya, setiap pria ingin menjadi pahlawan atau ksatria dengan baju baja berkilauan bagi wanita. Tanda bahwa pria telah lulus ujian seorang wanita adalah persetujuannya. Sikap menyetujui ini berupa pengakuan atas kebaikan dalam diri si pria dan mengungkapkan kepuasan menyeluruh terhadap pria itu. (Ingat, memberikan restu kepada pria tidak lalu berarti sependapat dengannya). Sikap menyetujui berarti mengakui atau mencari alasan-alasan yang baik di balik apa yang dilakukan pria itu. Setelah pria menerima persetujuan yang dibutuhkan, jadi lebih mudah baginya untuk menghargai perasaan-perasaan si wanita.
6. Wanita perlu Jaminan, Pria perlu Dorongan
Bila pria berulang-ulang memperlihatkan bahwa ia memperhatikan, memahami, menghormati, menghargai dan menyayangi pasangannya, kebutuhan utama pasangannya untuk diyakinkan telah terpenuhi. Sikap meyakinkan membuat wanita merasa senantiasa dicintai.
Pria umumnya membuat kekeliruan dengan menganggap bahwa sekali ia telah memenuhi semua kebutuhan cinta primer isterinya, dan isterinya merasa bahagia dan aman, maka sejak saat itu isterinya harus tahu bahwa ia dicintai. Padahal ini tidak cukup. Untuk memuaskan kebutuhan cinta primer nomor enam isterinya, pria harus ingat untuk meyakinkannya berulang kali.
Demikian juga, pria terutama merasa perlu mendapat dorongan dari wanita. Sikap membesarkan hati dari wanita bisa memberi harapan dan keberanian kepada pria. Wanita dapat mengungkapkan kepercayaan akan kemampuan-kemampuan serta watak si pria. Sikap mengungkapkan kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman dan persetujuan mendorong pria untuk menjadi pribadi yang sebaik-baiknya. Karena merasa berbesar hati, pria terdorong untuk memberi kepada wanita jaminan penuh cinta yang dibutuhkannya.
Pria dapat menampilkan sisinya yang terbaik setelah kebutuhan-kebutuhan cinta primernya yang keenam terpuaskan. Tapi kadang-kadang wanita tidak tahu apa yang terutama dibutuhkan pria. Ia memberikan cinta penuh perhatian, bukannya cinta penuh kepercayaan. Dengan demikian, ia secara tak sadar menyabot hubungan mereka.
Dari : Dikutip penuh dari Buku Mars and Venus, John Gray, Ph.D
Posted at 03:40 pm by ariefsalman
Permalink
Wednesday, August 18, 2004
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA
Metro TV, 15 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB
Islam adalah agama fitrah, agama naluri kesucian manusia. Cinta tanah air adalah naluri manusia, cinta kepada tempat dimana dia lahir dan dibesarkan adalah fitrah. Karena itu, Cinta tanah air adalah manifestasi dari iman (Hubbul Wathan minal iman). Cinta tanah air, bangsa dan negaranya adalah manifestasi iman bukan sekedar sebagian dari iman. Jadi bila tidak ada cinta kepada tanah air, kepada bangsanya maka tidak ada iman di dalam dadanya. Ciri-ciri ada iman adalah cinta kepada tanah airnya.
“Engkau, wahai kota Mekkah adalah negeri yang paling saya cintai”, sabda Nabi ketika hijrah ke Madinah.
Orang yang tidak mencintai tanah airnya boleh kita sebut sebagai pengkhianat. Orang yang beriman menempatkan negara di tempat yang tinggi. Karena tempatnya yang tinggi ini, oleh Allah, tanah air disejajarkan dengan agama. Perhatikan firman Allah berikut :
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 60:8).
Selama orang-orang non-muslim bersahabat dengan kita, maka kita dapat hidup berdampingan dengan mereka, bahkan harta dan jiwa mereka dalam jaminan Nabi. “Barangsiapa yang mengganggu mereka, maka telah menggangguku”, sabda Nabi.
Namun begitu musuh masuk ke negara kita dan mengusir kita dari tempat tinggal kita, maka tidak ada kata lain, no way, kita harus bangkit, yang mati karenanya adalah syahid. Seandainya leluhur kita tidak berjuang dahulu maka kita tidak akan seperti sekarang ini.
Nah, keberadaan dan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini wajib kita syukuri, karena kemerdekaan adalah salah satu nikmat yang besar dianugerahkan kepada kita. Bagaimana kita mengingat kenikmatan kemerdekaan ini ? Kita kenang perjuangan para leluhur kita, kita ingat cita-cita perjuangan mereka, kita kenang jasa-jasa mereka.
‘kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu (akhirat) tentang kenikmatan yang kamu dapatkan” (QS. 102:8).
Bagaimana agar kita bisa mengetahui bahwa kemerdekaan itu berupa nikmat ? Kita akan baru sadar arti sebuah kemerdekaan apabila dibandingkan dengan Negara-negara yang sedang direnggut kemerdekaannya, seperti yang dialami Irak selama ini. Bayangkan kalau Negara kita masih dijajah oleh bangsa lain.
Kemerdekaan adalah kita dapat dengan bebas mengatur negara kita sendiri, lalu dari kebebasan mengatur ini akan keluarlah beberapa peraturan yang kita ciptakan sendiri, dan kita mengikatkan diri dengan peraturan-peraturan tersebut dalam rangka kebahagiaan bersama. Manifestasi dari mensyukuri kemerdekaan adalah dengan cara melaksanakan peraturan-peraturan yang telah dibuat tersebut guna mencapai kebahagiaan bersama.
Negara kita menyimpan segudang materi dan sumber daya alam yang luar biasa, yang bahkan orang-orang lain menyebutnya, Indonesia sebagai bagian kecil dari taman-taman surga.
Kita pun bisa belajar dari negara kita sendiri, karena negara kita mengandung juga makna-makna yang dalam. Seperti di negeri kita, tumbuh berdampingan antara pohon besar dan rumput di sekitarnya. Kita bisa mengambil pelajaran bhw rumput kecil bisa hidup berdampingan dengan pohon besar tanpa merasa khawatir tidak kebagian rizki. Pohon besarpun melindungi rumput dari panas terik dan angin besar. Kalau pohon dan rumput bisa demikian, seharusnya antara rakyat kecil dan para pengusaha besar dan pejabat dapat hidup berdampingan dan saling membantu.
Mensyukuri adalah menggunakan anugerah nikmat sesuai dengan tujuan anugerah itu diberikan. Seperti misalkan kita diberi peci, maka mensyukurinya adalah peci itu digunakan, dan harus diletakkan di kepala, bukan untuk menggosok sepatu. Mensyukuri kemerdekaan adalah demikian juga, harus sesuai dengan cita-cita kemerdekaan itu sendiri, yaitu bisa mengelola negara dan bangsa sendiri seoptimal dan sebaik mungkin.
Kita punya laut, punya ikan-ikannya, mutiaranya.. berapa banyak ikan yang bisa kita tangkap ? berapa banyak mutiara yang baru diambil ? Masih sangat sedikit. Boleh jadi Jepang lebih mensyukuri pemberian negaranya.
“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. 16:14).
Kufur nikmat jika kita belum mengambil seluruhnya sumber daya alam negara kita. Kufur itu artinya adalah menutupi. Kekayaan alam yang belum tergali adalah berstatus menutup. Bersyukur adalah membuka dan mengangkat kekayaan alam itu sehingga dapat kita gunakan sebaik-baiknya.
Kemerdekaan bukanlah kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan yang mutlak bisa menyebabkan kerusakan yang mutlak pula. Karena itu, kemerdekaan mengandung batas-batas karena kalau tidak kita akan mudah dijajah. Penjajahan tidak lagi seperti dahulu berupa invasi pasukan, karena memakan biaya sangat boros di sisi penjajah, tapi penjajahan akan masuk pada sektor-sektor pendidikan, ekonomi, penjajahan di bidang ilmu dan teknologi dan lain-lain.
Jika kita bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, maka janji Allah akan menambah nikmat tersebut. Kita bersyukur bukan hanya memenuhinya dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’ tapi harus dibarengi pula dengan bekerja keras, bekerja dengan giat memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan fungsinya dan menggali potensi-potensi nikmat yang belum tergali dan termanfaatkan.
Arief Wiryanto
Posted at 11:24 am by ariefsalman
Permalink
Thursday, August 12, 2004
Menghargai
Prof. Quraish Shihab, Lc
Metro TV, 14.00 – 15.00 WIB
Ada sebagian orang beranggapan atau memahami yang keliru bahwa manusia dihargai dengan derajat materi. Semakin banyak materi yang dimiliki semakin mulia manusia tersebut. Ada pula yang memahami secara keliru bahwa yang dimaksud dengan manusia memiliki derajat yang sama adalah dengan menyamaratakan manusia dalam semua hal, seperti menyamaratakan semua hak-hak dosen sama dengan hak-hak mahasiswa dan lain-lain. Padahal kita ketahui antara dosen dan mahasiswa masing-masing mempunyai hak dan tanggung jawab yang berbeda.
Di satu sisi ada sebagian orang yang tidak menghargai manusia, tapi di sisi lain ada yang berlebihan dalam menghargai manusia sehingga penghargaan manusia sama seperti penghargaan terhadap Tuhan, atau semua manusia disamaratakan seperti dosen dan mahasiswa tadi.
Bagaimana dengan Islam dalam menghargai orang lain ? Islam identik dengan Adil (satu padanan kata). Kalau tidak adil, maka tidak Islam. Kalau di suatu tempat atau kondisi keadilan tidak ada, maka belum ada Islam. Apakah itu adil ? Adil adalah menempatkan segala sesuatu pada tempat yang semestinya, memandang segala sesuatu sebagaimana adanya.
Manusia harus ditempatkan sebagaimana mestinya. Manusia perlu dihormati karena itu kebutuhan dasarnya. Baik muslim ataupun non-muslim, semua perlu dihormati sebagai manusia. Upaya memanusiakan manusia adalah bagian dari adil. Jangan lecehkan manusia. Termasuk anak kecil, mereka juga butuh adanya penghargaan dan penghormatan dari kita.
Bagaimana bentuk-bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap orang lain ?
- Secara pasif : jangan menyebut keburukan orang kecuali yang sangat perlu, jangan ditelanjangi dia. Cukup 1 atau 2 saja apabila diperlukan untuk membicarakan keburukannya dan kesalahannya. Tidak menyimpannya di dalam hati keburukan yang pernah dilakukan apalagi jika dia telah meminta maaf, jangan menyimpan keburukan di belakangnya. Kalau Nabi tidak suka terhadap keburukan orang, Nabi tidak pernah berkata memakai kata “kamu” tapi selalu memakai kata “kenapa ya ada orang yang begini dan begitu”.
- Secara aktif : jangan memberi harapan-harapan kosong seperti sengaja menunggu lama tamu yang berkunjung ke tempat kita. Jika ada orang yang berjasa kepada kita, hargai dengan sebaik-baiknya, tempatkan pada tempat yang semestinya. Tidak menghina dan mencacinya, tidak pula membebani padanya melebihi kemampuannya.
Bagaimana dengan waktu ? Bagaimana kita harus menghargai waktu ? Islam selalu mengajarkan kita menghargai waktu, seperti pesan Nabi, ingatlah ketika kita masih sehat sebelum masa sakitmu, hidupmu sebelum matimu, kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum masa sempitmu. Begitu juga Allah sendiri bersumpah atas nama waktu (wal-ashri) dan juga Allah memerintahkan apabila telah selesai satu pekerjaan segera kerjakan tuntaskan pekerjaan yang lain QS ().
Bagaimana dengan rambut ? Nabi memerintahkan untuk mengatur rambut kita agar selalu ditata dengan rapi. Inilah bentuk penghargaan terhadap rambut.
Bagaimana dengan anak-anak ? Anak-anak pun harus kita hargai, jangan terlalu dibebani dengan beban yang berat, perhatikan apabila mereka berbicara. Nabipun membungkukkan badannya sehingga badannya menjadi sama tingginya dengan anak kecil demi untuk mendengarkan ucapan mereka.
Bagaimana dengan diri sendiri ? Allah merahmati seseorang yang bisa menghargai dirinya sendiri. Orang yang mengerti kelebihan dan kekurangan dirinya, tidak berlebih dan juga tidak berkurang, sehingga mampu menempatkan dirinya pada tempat yang sesuai. Orang yang mampu menghargai dirinya dengan baik, maka Allah akan memberikan rahmat pada orang tersebut. Jika dia tidak sanggup memegang amanat maka dia akan katakan tidak sanggup, jika dirinya tidak tahu dia akan katakan dia tidak tahu. Karena dia tidak ingin membebankan dirinya di luar kemampuannya. Dia telah menghargai dirinya sendiri. Namun jika berdasarkan perhitungan dan potensi yang dimiliki dia sanggup, dia akan katakan pula sanggup dan tahu.
Sikap mampu melihat secara adil inilah kita bisa menghargai segalanya dengan proporsional dan baik. Maka semakin baik dan besar penghargaan kita kepada Tuhan, manusia, alam dan juga diri sendiri menunjukkan semakin baik dan besar parameter keberagamaan kita, semakin tinggi tingkat keshalehan kita. Jadi penghargaan itu bukan hanya ditujukan hanya salah satu saja, kepada orang lain (muslim ataupun non-muslim) saja, tapi juga kepada diri sendiri, Tuhan, alam (termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan, waktu, lingkungan, masyarakat dan lain-lain).
Catatan :
Bagaimana kaitan antara menghargai orang yang berbuat salah kepada kita ? bolehkah kita curhat kepada orang lain ?
Curhat boleh-boleh saja asal jangan pada semua orang.
Lalu bagaimana firman Allah yang menjelaskan sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa ?
Memang manusia dibedakan derajatnya berdasarkan ketakwaannya, tapi hanya Allah yang tahu tentang ketakwaan seseorang. Kita tetap menghargai manusia sebagaimana mestinya sebagai manusia.
Arief Wiryanto
Yayasan Jaringan Informasi Islam
Posted at 01:01 pm by ariefsalman
Permalink
|
 |
|