 |
Saturday, March 05, 2005
Jaringan Internet Pondok Pesantren, Masjid & Madrasah
Jaringan Internet Pondok Pesantren, Masjid & Madrasah
(Oleh: Onno W. Purbo )
Bandung, 2000
Sesuatu yang ambisius, ber-idealisme tinggi & hampir mustahil membangun jaringan pesantren, masjid & madrasah di Indonesia. Apalagi jika dilakukan secara swadaya masyarakat tanpa utang ke Bank Dunia, ADB & IMF. Ternyata sesuatu yang beridealisme tinggi & mustahil ini dilakoni secara serius oleh rekan-rekan Pusat Teknologi Tepat Guna yang di singkat PUSTENA dari Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung ITB dengan markas virtual di pustena@tpb.itb.ac.id. PUSTENA SALMAN ITB telah 2-3 tahun belakangan ini turun ke daerah khususnya di sekitar Bandung untuk mencoba membangun Jaringan Pondok Pesantren.
Agak berbeda dengan mahasiswa lain yang lebih suka ber-advokasi / demonstrasi, rekan mahasiswa PUSTENA SALMAN ITB - tanpa banyak bicara turun ke lapangan membantu pondok pesantren di sekitarnya. Diantara mereka motor penggerak yang cukup aktif adalah Arief Wiryanto dan Soni Setia Nugraha yang kedua-nya sekarang sudah meraih gelar sarjana S1 ITB dan sampai sekarang masih konsisten untuk meluangkan sebagian waktunya untuk membantu pondok pesantren.
Soni termasuk aktif turun ke pondok pesantren di sekitar Garut & Pangalengan. Awalnya barangkali sederhana sekali - Soni dkk melihat kenyataan banyak santri di pondok-pondok tersebut ternyata harus mampu meng-hidup-i diri mereka sendiri (terutama jika orang tuanya kurang mampu) apakah itu dengan bercocok tanam, berkebun, memelihara ikan di kolam membuat kerajinan tangan dll. Selama ini pondok-pondok tersebut dan santri-nya harus tergantung pada para tengkulak untuk menjual hasil bumi / perternakan / perikanan-nya. Akibatnya harga di pihak petani / santri menjadi sangat kecil. Begitulah kenyataan yang menyedihkan yang ada di daerah.
Pondok umumnya mempunyai lahan binaan yang cukup luas bahkan ada yang mempunyai lahan 100 hektar. Memang pengetahuan bercocok tanam maupun pengetahuan pasar sangat minim, sampai-sampai pengurus pondok ada yang pernah bertanya pada Soni dkk kira-kira bunyinya "Nak Soni ini ada lahan - tolong beritahu kami, sebaiknya menanam apa hari ini supaya bisa untung?". Pertanyaan yang sederhana memang, tapi sulit menjawabnya - karena dibutuhkan pengetahuan pertanian yang mendalam. Soni dkk bahkan sempat membantu beberapa pondok untuk berternak ikan Lele karena pangsa pasar Lele ternyata cukup besar di kota Bandung.
Karena adanya perbedaan jarak yang cukup jauh antara pondok dengan rekan-rekan PUSTENA SALMAN ITB, selama itu komunikasi dilakukan melalui SLJJ & FAX sehingga sangat memakan biaya. Akibatnya mulai timbulah ide untuk mencoba menggantikan SLJJ & FAX menggunakan fasilitas Internet yaitu e-mail. Jadi Internet sebetulnya digunakan untuk membuat proses komunikasi menjadi lebih murah (atau tepatnya - jauh lebih murah lagi). Awal-nya Soni dkk mencoba menggunakan teknologi packet radio, ternyata tidak mudah juga. Setelah sarasehan dengan para ajengan di tasikmalaya bulan Oktober 1999 yang lalu yang di prakarsai oleh Mba Leonie (mccool@bdg.centrin.net.id) mahasiswi S2 Studi Pembangunan ITB, tampaknya teknologi warung internet yang memungkinkan iuran secara bersama yang murah menjadi sebuah alternatif yang menarik untuk di implementasi di pondok-pondok karena dapat mengembalikan modal investasi warung internet dengan pasti.
Transaksi / interaksi yang dilakukan di tingkat pesantren ini cukup banyak, baik yang sifatnya untuk kepentingan pengetahuan maupun transaksi "dagang" untuk dapat hidup. Jangan berfikir pondok menggunakan e-commerce seperti Amazon.com, wah itu masih jauh dari impian. Internet digunakan hanya sebagai pengganti SLJJ & FAX dalam proses transaksi "dagang". Jadi tetap kepercayaan & tali silaturahmi yang erat di pegang di antara orang / pelaku transaksi. Dan ini relatif cukup berhasil, artinya ya karena Internet lebih murah ya akhirnya dipakai untuk menggantikan FAX & SLJJ yang lebih mahal - sesederhana itu pola yang digunakan.
Untuk memfasilitasi proses transaksi "dagang"dari pondok pesantren supaya pondok dapat hidup. Arief , Soni dkk sejak 1-2 tahun yang lalu telah membangun fasilitas diskusi di Internet di lokasi virtual wong-cilik@isnet.itb.ac.id. Kebetulan anggotanya bukan hanya sekedar dari dunia pesantren tapi juga dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan dunia Agribisnis.
Dari pengalaman saya berinteraksi dengan para Ajengan di Pondok Pesantren khususnya di kesempatan sarahsehan di Tasikmalaya, umumnya para Ajengan tahu bahwa ada dunia maya / dunia informasi Internet. Terima kasih, media massa cukup berhasil dalam meng-edukasi bangsa Indonesia dalam hal ini. Memang sebagian belum pernah melihat bentuk Internet itu seperti apa. Peralatan apa saja yang dibutuhkan. Walaupun di pondok umumnya ada komputer & telepon, umumnya para ajengan masih kurang mengetahui bagaimana menyambungkan modem ke komputer dan telepon agar dapat masuk ke dunia maya - sesederhana itu. Kesenjangan teknologi ini juga kemudian mendorong kelompok seperti Computer Network Research Group (CNRG) ITB menulis berbagai artikel & buku-buku seperti TCP/IP & Teknologi Warung Internet untuk memberdayakan bangsa di bidang teknologi informasi.
Selanjutnya mungkin kita ingin melihat Internet sebagai media tranfer ilmu pengetahuan. Nah hambatan apa yang mungkin akan di hadapi di pondok? Kebanyakan pondok pesantren sifatnya konservatif, artinya segala sesuatu harus melalui Pak Kiai / Ajengan pondok tersebut. Bayangkan kalau Internet masuk ke pondok untuk memberdayakan santri - tentunya ada pola belajar mengajar yang tradisional yang bergeser. Walaupun banyak pondok pesantren konservatif, tampaknya saat ini ada beberapa Ajengan di Pondok Pesantren yang progresif & kebetulan saya mengenal di antara-nya adalah KH. Asep A. Maoshul Affandy dari Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya Tasikmalaya yang sangat aktif berkomunikasi melalui e-mail di Internet dan mempunyai wawasan yang terbuka untuk kemajuan. Tentunya harapan kita semua agar proses keterbukaan ini terus berkembang di pondok pesantren maupun di Indonesia pada umumnya untuk kemajuan bangsa ini.
Saat ini, Arief & Soni dkk di dukung oleh Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat dan rekan-rekan di banyak kota dan banyak negara sekarang ini membangun media interaksi - Jaringan Informasi Islam sebagai forum komunikasi para pendukung jaringan informasi islam. Contohnya rekan Rurun Karma rkarma@aol.com di Amerika Serikat aktifis Indonesian Muslim Community in New York (INMUCONY) yang anggota mailing list JII aktif mengumpulkan bantuan PC yang tidak terpakai untuk di sebarkan di pondok pesantren di Indonesia.
Salah satu kegiatan pertemuan yang paling dekat di akhir bulan Desember 1999 yang juga berkaitan dengan pembangunan jaringan informasi islam / masjid akan dilakukan adalah di Purwokerto dalam kerangka membangun jaringan informasi masjid dan di organize oleh Pak Nurul Hidayat yang juga aktif di Pusat Komputer UNSOED, Purwokerto. Konsep bagaimana me-manage pengetahuan diantara masjid / pondok pesantren yang prototipe-nya di kembangkan di Masjid Salman ITB oleh rekan-rekan Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB dengan markas virtual di digilib@itb.ac.id yang dimotori oleh Ir. Ismail Fahmi Insya Allah akan dicoba di ketengahkan pada kesempatan tersebut selain jaringan informasi islam.
Memang semua masih sangat dini - tapi proses ini bukan sebuah proses yang dapat di bendung dan terus berjalan secara konsisten selama 1-2 tahun belakangan. Yang perlu di catat semua-nya praktis swadaya masyarakat, tanpa utangan Bank Dunia, ADB & IMF. Dengan pembangunan pola ini bukan mustahil akar kemajuan bangsa Indonesia akan menjadi lebih kuat lagi dengan semakin berdayanya bangsa kita yang berada di daerah-daerah melalui percepatan proses pendidikan di tingkat pondok pesantren - tanpa harus memberikan beban utang & dosa ke generasi mendatang.
Posted at 01:15 pm by ariefsalman
Permalink
Friday, March 04, 2005
Berita Penelitian ITB, Riset Unggulan Terpadu
Jakarta, 1999 - 2000
- Undangan Pengajuan Usulan Penelitian
Dalam tahun anggaran 2000/2001 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI) melalui Proyek URGE mengundang seluruh sivitas akademika ITB
untuk mengajukan Usulan Penelitian. Program Penelitian yang ditawarkan adalah:
- International Research Linkage Program (12 Package @ US$ 62,500.00)
- Domestic Collaborative Research Grant (130 Package @ Rp 150.000.000,00)
Batas waktu penyerahan Usulan Penelitian adalah tanggal 3 April 2000. Informasi lengkap tentang hal di atas dapat diperoleh di Lembaga Penelitian ITB.
- Pengumuman Proposal RUT VIII yang diterima untuk dibiayai tahun anggaran 2000/2001:
Dari 101 Usulan yang dikirimkan, hanya 29 Usulan yang dapat dibiayai, nama pengusul dan topiknya adalah:
- Dessy Natalia, Ph.D.
(PPAU-Biotek) "Produksi Vaksin Hama Ternak Lalat Screw Wormfly (Chrysomya Bezziana): Overekspresi Protein Membran Peritrofik PM48 dan PM95 serta Overekspresi Protein Disulphide Isomerase pada Saccharomyces Cerevisiae"
- I Nyoman Widiasa, ST., MT.
(PPAU-Biotek) "Hidrolisis Enzimatik Minyak Sawit dalam Bioreaktor Membran"
- Prof.Dr.Ir. Aryadi Suwono
(PPAU-IR) "Pengembangan Bahan Refrigeran untuk Pengganti CFC12 dari Hidrokarbon (HC) dengan Aditif ‘Low Flammability Suppressant’ (LFS)"
- Dr.Ir. Yatna Yuwana Martawirya
(MS) "Pengem-bangan SPTM (Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri) untuk Penanganan Produksi Repetitive"
- Dr.Ir. Hari Muhammad
(PN) "Pengembangan Metode Pengukuran Beban Aerodinamik pada Sayap Pesawat Udara dalam Waktu Nyata"
- Ir. I Wayan Tjatra, Ph.D.
(PN) "Optimasi Bentuk Geometri Proyektil Peluru dengan Gaya Hambat Aerodinamika Minimum pada Kecepatan Transonik"
- Dr.Ir. Bambang Widyanto
(MS) "Pembuatan Paduan dan Pengaruh Solution Treatment Terhadap Struktur Mikro Baja Mangan Hadfield"
- Ir. Syafri Martinius
(EL) "Studi Sistem Konversi dan Transmisi Tegangan Listrik Menengah Searah Antar Pulau untuk Menyalurkan Energi Listrik Satu Arah"
- Prof.Dr. S.M. Nababan
(P4M) "Model Optimasi Sistem Jaringan Pipa Gas Alam di Indonesia"
- Prof.Dr.Ir. Purwanto Mardisewojo, MSc.
(TM) "Penelitian Atas Interaksi Gaya-gaya dalam Reservoir untuk Menentukan Strategi Teknik Produksi Minyak Bumi dengan Menggunakan Teknologi Sumur Horizontal"
- Ir. Ian Yosef Matheus Edward, MT.
(EL) "Perancangan dan Implementasi ICFPGA Korelator Digital Multikanal untuk Sistem Penerima CDMA"
- Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat
(EL) "Proteksi Hak Cipta pada Komunikasi Multimedia dengan Teknik Tanda Air Menggunakan Pendekatan DCT untuk Sistem Waktu Nyata Berbasis DSP"
- Arief Wiryanto, ST.
(PPAU-ME) "Teknologi Pemampatan Sinyal Video dengan Laju Bit < 64 kbit/s Berbasis Prosesor DSP untuk Aplikasi Smart Personal Multimedia Communication (SPMC)"
- Dr.Ir. Ilse S. Noerbambang, MSEE. (PPAU-ME) "Penelaahan Pemanfaatan Instrumen HaKI Terhadap Hasil Riset Unggulan Terpadu (RUT) I-VII Bidang Elektronika"
- Dr.Ing. Farid Wazdi (IF) "Sistem Pakar Kemahasiswaan"
- Dr. Toto Winata (FI) "Fabrikasi Transistor Film Tipis (TFT) Berbasis Silikon Amorf Terhidrogenasi (a-Si:H) dengan Metoda Hot-Wire Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition (HWPECVD)"
- Ir. Endon Bharata, MT. (EL) "Rancangan dan Realisasi Penguat Derau Rendah untuk Aplikasi GPS"
- Dr.Ir. Benhard Sitohang (IF) "Format Integrator: Perangkat Lunak Integrated Intelligent Datawarehouse"
- Ir. Soemirato Reka Rio, IPM. (PPAU-ME) "Fabrikasi Base Wafer Gate Array CMOS 2 mm dengan Menggunakan Teknik Implantasi Ion"
- Dr.Ir. Irman Idris (PPAU-ME) "Pembuatan Silikon Dioksida Temperatur Rendah untuk Aplikasi Interkoneksi Multilevel Chip IC"
- Adrianto Ahmad, SSi., MT. (PPAU-Biotek) "Pengolahan Limbah Cair Industri Minyak Sawit dengan Sistem Bioreaktor Membran Anaerob"
- Sonny Winardhi, MSc., Ph.D. (GM) "Pendugaan Struktur dan Karakteristik Anisotropy Batuan Bawah Toba dengan Menggunakan Metoda Polarisasi Gelombang Seismik - P dan Splitting Gelombang Seismik – S"
- Dr. Bayong Tjasyono HK., DEA. (GM) "Mekanisme Bencana Alam Kekeringan di Kontinen Maritim Indonesia"
- Sri Widiyantoro, MSc., Ph.D. (GM) "Pengembangan Baru Teknik Pencitraan Tomografi Seismik Non-linier: Aplikasi untuk Data Gempa Bumi di Indonesia"
- Dr.Ir. Harun Al-Rasyid S. Lubis, MSc. (PPTK) "Interaksi Tata Ruang dan Transportasi bagi Pembangunan Kota yang Berkelanjutan"
- Dr.rer.nat. Dadang K. Mihardja (GM) "Model Distribusi Suhu Permukaan dan Arus Laut Perairan Indonesia untuk Prakiraan El Nino"
- Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D. (PPAU-Biotek) "Biodegradasi Senyawa Xenobiotik Terchlorinasi 1,2-Dichloropropilene pada Kondisi Aerobik"
- Ir. Nana Rahmana, M.Eng. (EL) "Perancangan dan Implementasi Kode Konvolusi Bergandeng Paralel (Turbo Code)"
- Prof. Koesoemadinata, DSc. (GL) "Biostratigrafi Isotop Koral Formasi Pacitan Jawa Timur"
Posted at 01:01 pm by ariefsalman
Permalink
Thursday, March 03, 2005
| SALMAN-NET: MERAJUT KEPING UKHUWAH LEWAT INTERNET |
 |
|
oleh: H Muarif
http://www.mifta.org/new/index.php?menu=home&topik=mifta&id=00003&PHPSESSID=33895cdb64a69f64c5e0e7b969231a12
Bandung, 1995
Ruang aula gedung serba guna Masjid Salman ITB malam awal Ramadhan itu dipenuhi mahasiswa dan dosen. Perhatian mereka tertuju kepada Menag Tarmizi Taher yang malam itu usai tarawih bersama menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pengurus dan jamaah Masjid Salman. Ditemani kacang dan ubi rebus serta kolak, pembawa acara menyebut acara malam itu sebagai syukuran atas aktifnya kembali menag setelah sakit beberapa waktu silam. Namun, di depan Menag Tarmizi Taher dan KH Rusyad Nurdin, ulama Bandung yang mendampingi menag telah ada seperangkat komputer.
Malam itu, beberapa aktivis Salman seperti menyengaja untuk mempresentasikan rencana besar mereka merintis JII (Jaringan Informasi Islam) lewat cyberspace ke hadapan Menag Tarmizi Taher. Jaringan itu terangkum dalam wadah Salman-Net, yang rintisannya sudah mereka garap sejak Juni 1995. Tidak sia-sia, Menag yang mendapat penjelasan ringkas namun padat via perangkat komputer yang ada menyambut baik rencana besar ini. "Insya Allah, saya akan bantu program ini. Sudah lama saya mengangankan para mubaligh kita di masa depan akan mampu berdakwah via satelit. Mudah-mudahan rintisan anak-anak muda dari Bandung ini akan mendapat sambutan dari banyak pihak," kata Tarmizi yang diamini hadirin. Adalah beberapa mahasiswa teknik elektro ITB yang menjadi aktivis Salman berpikir tentang upaya menjalin ukhuwah Islamiyah dengan saudara-saudara mereka di pelosok Indonesia dan dunia. Ukhuwah Islamiyah yang kini lebih banyak hanya jadi slogan hendak mereka rajut kembali menjadi ukhuwah yang sejati. Terjalinnya ukhuwah antara seorang mahasiswa di Bandung yang dengan tulus dan penuh perhatian mendengarkan keluh kesah saudaranya atau seorang dai di pedalaman Kalimantan atau ukhuwah antara pengurus lembaga dakwah di Jakarta yang memberi saran dan bantuan kepada pengasuh pesantren di Nusa Tenggara Timur, menjadi angan-angan dari para pencetus gagasan Salman-Net. "JII juga dirancang memiliki akses ke berbagai lembaga dakwah atau pusat studi dan data keislaman sehingga kita bisa melacak tentang sejarah, perkembangan kontemporer dunia Islam, bahkan kita bisa melakukan diskusi semacam teleconference dengan berbagai tokoh Islam yang mengakses jaringan ini," kata Arief Wiryanto, mahasiswa jurusan teknik elektronika ITB angkatan 1993 yang menjadi salah satu motor Salman-Net.
Berbagai informasi dan program-program edukasi pun dirancang ada dalam jaringan Salman-Net. Nantinya, setiap pengakses jaringan ini bisa membaca Alquran dan kitab-kitab hadis atau informasi tentang produk-produk makanan halal. Lebih dari itu, Salman-Net menjadi wadah dari bersatunya umat Islam Indonesia dan dunia dalam menghadapi tantangan dunia masa depan.
"Harus diakui dalam dunia informasi dan teknologinya, Barat sangat dominan. Sementara, ukhuwah antar negara-negara muslim masih belum kokoh. Ini diperparah oleh kondisi internal umat Islam di masing-masing negeri itu yang posisinya marjinal," lanjut Arief.
Karena itu, Salman-Net menjadi harapan mengatasi tantangan semacam itu. Rintisan pun dilakukan Arief bersama beberapa rekan kuliahnya yang juga aktivis Salman. Ketika itu, Juni 1995 mereka mengajukan rencana pembentukan jaringan ini. Mereka pun meminta izin kepada beberapa dosen di Teknik Elektro yang juga pembina Salman untuk membimbing mereka dalam melakukan eksperimen dan rancangan jaringan ideal yang akan digunakan. Beberapa dosen pun menyetujuinya dan eksperimen pun mulai dilakukan oleh tim kecil yang dipimpin Arief Sholahuddin, rekan angkatan Arief Wiryanto.
Dari LAN ke internet Pilihan untuk membuat jaringan (network) menjadi perhatian pertama tim Salman dalam merancang JII. Kebetulan ITB telah memiliki jaringan LAN (Local Area Network) yang menghubungkan perangkat komputer di berbagai fakultas dan kantor yang ada di lingkungan kampus ITB. Eksperimen pertama di arahkan untuk mampu mengakses jaringan ini dengan membuat server tersendiri yang memuat berbagai database tentang keislaman.
"Tapi, itu tidak lama karena kita terbentur pada biaya yang cukup mahal untuk menyediakan kabel penghubung dalam jumlah besar. Selain itu, kabel LAN memiliki risiko tinggi untuk kerusakan oleh binatang pengerat seperti tikus. Karenanya, kami hentikan eksperimen tersebut," jelas Wiryanto.
Pilihan kemudian diarahkan kepada akses informasi lewat radio komunikasi. Lewat perangkat radio komunikasi dua meteran yang dihubungkan dengan perangkat komputer, maka diuji coba komunikasi data antar beberapa operator. Sinyal radio diubah menjadi modem lewat alat penerjemah (interpreter) yang dirancang khusus. Sayangnya, ujicoba dengan cara ini dirasakan tidak efektif untuk jarak jangkau jauh. Paling tidak dibutuhkan beberapa stasiun repeater yang memperkuat sinyal dan mengirim kembali ke wilayah yang ada dalam jangkauannya. Selain itu, gangguan interferensi gelombang radio dapat menganggu komunikasi data yang tengah berjalan.
Akhirnya, pilihan terakhir yang dilakukan hingga saat ini jatuh pada Wave-LAN, jaringan antar grup yang dilakukan melalui sinyal gelombang mikro. "Kelebihannya, kita bebas pulsa pada jaringan ini dan jarak jangkaunya lebih jauh dari LAN atau radio komunikasi. Hanya saja, kendala peralatan yang memadai untuk bisa mengakses ke luar kota atau keluar negeri masih besar," jelas Arief Sholahuddin. Untuk itu, kini awak Salman-Net tengah berencana melakukan terobosan dengan memanfaatkan jaringan internet. Sayangnya, kendala biaya yang cukup besar dalam penyiapan perangkat dan database menyebabkan mereka menunda keinginan untuk bergabung dalam jaringan informasi dunia. Dana yang dibutuhkan konon sekitar Rp 22 juta dan diharapkan atas bantuan Menag. Meski demikian, dorongan untuk bersegera mewujudkan cita-cita JII menjadikan mereka menargetkan awal April mendatang sebagai peluncuran perdana Salman-Net di jaringan cyberspace dunia.
"Insya Allah kita akan adakan seminar tentang Salman-Net pada bulan itu. Kita luncurkan pula secara perdana jaringan ini. Tentu saja, kita sudah rancang untuk merintis kerjasama dengan Muslim-Net, ICMI-Net atau Isnet yang sudah mengawali rintisan Jaringan Informasi Islam di Internet. Mudah-mudahan kita bisa memperkaya informasi tentang Islam lewat Salman-Net," harap Wiryanto. |
Posted at 01:11 pm by ariefsalman
Permalink
Wednesday, March 02, 2005
AKHLAQ
by Arief W
Ini pemikiran saya mengenai pemaknaan kata "Akhlaq", ini dipersilakan untuk dikoreksi, karena ini baru hipotesa. Kalau dilihat dari asal katanya berasal dari huruf yang sama dengan kata "Khuluqu" dan menjadi dasar pula kata "Khalaqa", yaitu huruf Kha, huruf Lam, dan huruf Qaf dalam bahasa Arab.
Sedangkan arti kata Khalaqa sendiri bermakna adalah menciptakan seperti yang sudah kita dengar dari para ustadz. Apakah kemudian ada hubungan antara kata "Khalaqa" dengan makna kata "Akhlaq" ?
Menurut pendapat saya, ada hubungan erat antara makna "Akhlaq" dan makna "Khalaqa". Kalau melihat bahwa dua kata tersebut mempunyai huruf2 pembentuk kata yang sama yaitu kha, lam, dan qaf, maka maknanya pun tentu tidak akan jauh berbeda. Kata "khalaqa" yang berarti perbuatan menciptakan, maka makna kata "akhlaq" ada kaitan artinya dengan "menciptakan" tersebut. Saya menduga (karena bukan ahli bahasa Arab, dan mohon masukan kritikan) bahwa kata "akhlaq" berarti perbuatan yang sesuai dengan tujuan dari penciptaan sesuatu.
Seperti tujuan diciptakannya manusia (Khalaqa An-Naas),diantaranya adalah untuk dihormati, dihargai dan dioptimalkan potensi yang dimiliki manusia tersebut. Oleh karena itu, "akhlaq" kepada manusia adalah perbuatan2 yang bersesuaian dengan tujuan penciptaan manusia tersebut, seperti penghargaan dan penghormatan kepada semua manusia, perbuatan mendidik manusia agar potensi yang dimiliki manusia dapat tergali atau dengan kata lain pendidikan adalah "akhlaq", dan sebagainya. Oleh karena itu, perbuatan membunuh kepada manusia sangat dilarang oleh Allah.
Contoh lain, adalah sumber daya alam. Tujuan diciptakannya Sumber daya alam adalah untuk diambil dan dimanfaatkan oleh manusia. Maka "akhlaq" kepada sumber daya alam adalah dengan mengambil dan memanfaatkan mereka untuk kita. Jika kita mendiamkan saja sumberdaya alam tersebut, tidak mengelolanya dengan baik, maka kita belum ber-"akhlaq".
Contoh lain lagi adalah hewan yang disembelih spt ternak dan unggas. Tujuan penciptaan mereka adalah untuk diambil dagingnya oleh manusia. Sehingga "Akhlaq" kepada mereka adalah dengan menyembelihnya dengan baik dan mengambil dagingnya untuk kita. Salah jika kita tidak menyembelih mereka maka kita tidaklah berakhlaq.
Sehingga kata "akhlaq" bukan sekedar bermakna budi pekerti, moral, etika, perbuatan dan sebagainya. Atau "akhlaq" hanya berkaitan dengan interaksi antar sesama manusia seperti akhlaq kepada orang tua, akhlaq kepada mertua, akhlaq kepada tetangga, akhlaq kepada teman, akhlaq kepada guru, akhlaq kepada anak yatim, orang miskin, orang kaya dsb. Akhlaq bukanlah sekedar itu. Dan "Akhlaq" bukan juga sekedar berarti "baik", "baik kepada orang tua, baik kepada teman, baik kepada suami/isteri, baik kepada tetangga. Akhlaq bukan sekedar itu pemaknaannya.
Tetapi "Akhlaq" mencakup perbuatan yang "benar, baik dan indah" yang sesuai dengan tujuan penciptaannya. Akhlaq kepada orang tua, adalah menghormati dan menghargai mereka sebagai orang tua kita, mengikuti perintah mereka, selama mereka tidak menyuruh berbuat jahat. Apabila kita turuti semua perintah orang tua tanpa berpikir benar dan tidaknya, bukan lagi dinamai telah ber-akhlaq. Bila perintah orang tua sejalan dengan perintah Allah maka kita wajib menghargai dan menuruti perintah orang tua tersebut. Namun jika kita punya pemikiran tersendiri berdasarkan landasan yang kuat dan kokoh maka boleh saja kita tidak sependapat dengan orang tua.
"Akhlaq" berkaitan dengan semua ciptaan Allah, kepada sesama manusia dan kepada alam raya beserta isinya (baik yang organik maupun yang non-organik). Tiap ciptaan Allah mempunyai maksud dan tujuan penciptaannya. Diciptakannya kita laki-laki dan perempuan, ada maksud dan tujuannya, diciptakannya kita berbangsa-bangsa ada maksud dan tujuannya pula. Diciptakannya bulan, matahari, lautan, sungai, bintang, minyak bumi, ikan, ternak, tumbuhan, hutan, pegunungan dan sebagainya.
Kita sebagai khalifah dari Allah yang Khaliq (Pencipta) maka harus bisa mengetahui dan menggunakannya sesuai dengan tujuan penciptaan makhluk2Nya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw adalah diutus untuk memperbaiki dan menyempurnakan "akhlaq" (Hadits). Dan diutusnya Nabi Muhammad saw adalah untuk memberikan contoh akhlaq kepada manusia bagaimana berakhlaq terhadap semua ciptaan Allah. Nabi memberikan contoh bagaimana perbuatan yang paling benar, baik dan indah kepada semua makhluk ciptaan Allah sesuai dengan tujuan penciptaan tiap-tiap makhluk tersebut. Dikatakan pula beliau adalah diutus pula untuk seluruh alam.
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 11:51 am by ariefsalman
Permalink
Friday, February 11, 2005
VCD Tafsir Al-Mishbah, Juz Amma
VCD Tafsir Al-Mishbah, Juz Amma
Prof. Dr. M. Quraish Shihab
Telah beredar VCD tayangan2 Tafsir Al-Mishbah, membahas berbagai Surat-Surat pada Juz Amma, yg pernah ditayangkan di Metro TV bulan Ramadhan 1425 H lalu. Nara sumber adalah Prof. Dr. Quraish Shihab, pakar tafsir Al-Quran Indonesia, lulusan summa cum laude dari Universitas Al-Azhar Cairo.
Dapatkan di toko2 buku Gramedia di kota Anda, insya Allah ada.
Pahamilah Al-Quran dengan sebenarnya, insya Allah dia memang obat utk kita.
Ini bukan promosi, hanya mengajak utk sama2 agar bisa memahami indah dan benarnya perkataan Tuhan kita, Allah swt, utk menyadari bagaimana cintaNya yg besar kepada kita. Hidayah Al-Quran adalah bentuk cintaNya yg terbesar utk kita semua.
Wassalamualaikum Wr. Wb,
Arief Wiryanto
Posted at 07:38 pm by ariefsalman
Permalink
Saturday, January 22, 2005
DOA
Alexis Carrel, seorang ahli bedah Prancis yg meraih 2 kali hadiah Nobel, menegaskan bhw kegunaan doa dapat dibuktikan secara ilmiah sama kuatnya dengan pembuktian di bidang fisika. Oliver Lodge mengatakan :" Kekeliruan mereka yg tidak melihat manfaat doa, karena menduga bahwa doa berada di luar fenomena alam. Doa harus diperhitungkan sebagaimana memperhitungkan sebab-sebab lain yg dpt melahirkan suatu peristiwa".
--diambil dr buku Lentera Hati, Quraish Shihab
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 11:36 am by ariefsalman
Permalink
Monday, January 03, 2005
MUSIBAH, rahmat atau murka Tuhan ???
MUSIBAH*
* berkaitan dengan musibah gempa dan tsunami di Aceh yang menelan korban 80.000 orang meninggal, dan 6000 lebih hilang, pada tanggal 26 Desember 2004.
Prof. DR. M Quraish Shihab
Metro TV,
2 Januari 2005
14.00 – 15.00 WIB
Siaran Ulang
3 Januari 2005
00.30 – 01.30 WIB
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, tiada suatu wujud yang dipuji dan dipuja walau dalam bencana kecuali kepada Allah. Jangan menggerutu, jangan bersangka buruk kepada Tuhan. Pujilah Dia walau dalam bencana. Memang pasti banyak pertanyaan yang muncul. Setiap ada musibah, setiap ada malapetaka, pasti kita bertanya-tanya. Mengapa demikian ? Apalagi malapetaka ini yang demikian besar, yang sementara orang mengatakan “tidak mampu lagi dipikul oleh manusia”.
Kita boleh bertanya, kita boleh mencari tahu, tetapi sekali lagi jangan bersangka buruk kepada Tuhan, tapi bersangka baiklah kepadaNya. Allah Rabbul Alamin. Dia pemelihara seluruh Alam. Dia mengatur keseimbangan alam raya ini. Terkadang diambilnya disini sedikit, untuk diberinya disana. Diberinya disana banyak untuk diserahkan kemari. Karena Dia pemelihara seluruh alam.
Surah Ar Rahman, Allah berfirman : “Seluruh makhluk yang ada di alam raya ini, bermohon kepada Tuhan, dan setiap saat Tuhan melayani mereka“.
Kita tidak hanya hidup di dunia, karena itu jangan mengukur sesuatu dengan ukuran dunia saja. Masih ada hidup yang jauh lebih panjang. Mereka yang menderita di dunia, belum tentu menderita di akhirat. Dan kata orang, tidak jarang ada hari2 dimana kita menangis, setelah berlalu hari2 itu kita menangis lagi, merenung, mengapa dulu kita menangis ?
Kita tidak tahu banyak hal, karena itu Allah berfirman : “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal baik buat kamu“, boleh jadi kamu tidak senang kepada sesuatu tapi di balik itu Allah menjadikan kebaikan yang banyak buat kamu.
Itu prinsip2 dasar setiap kita menghadapi musibah. Sekali lagi jangan menggerutu. Silahkan menangis. Rasulpun sewaktu mendapat musibah, beliau menangis. Sahabat2nya bertanya, apa ini wahai Rasul ? Beliau bersabda : “Ini adalah pertanda rahmat dan kasih sayang, kita tidak berucap kecuali apa yang diridhai Allah“.
Mari kita lihat lembaran-lembaran Al-Quran, bagaimana uraiannya tentang musibah. Sebenarnya ada paling tidak ada 4 kata yang digunakan Al-Quran untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berkenan di hati seseorang, diantaranya :
-
Musibah (sudah masuk perbendaharaan bahasa Indonesia),
-
Bala’ (sudah masuk juga dalam perbendaharaan bahasa Indonesia),
-
Fitnah (masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, tetapi dalam pengertian yang lain – Fitnah dalam bahasa Al-Quran, artinya ujian atau siksaan),
-
Imtihan (ujian yang maknanya melapangkan qalbu seseorang. Tujuan dari setiap ujian adalah melapangkan qalbunya sehingga kualitasnya naik).
Kita akan bahas 2 dari keempat kata tersebut yaitu Musibah dan Bala’.
Musibah dalam bahasa Indonesia diartikan bencana, kemalangan, cobaan. Dalam AlQuran ada 67 kali kata yang seakar dengan kata ‚musibah’ dan 10 kali kata ‚musibah’. Musibah pada mulanya berarti sesuatu yang menimpa atau mengenai. Sebenarnya sesuatu yang menimpa itu tidak selalu buruk. Hujan bisa menimpa kita dan itu dapat merupakan sesuatu yang baik. Memang kata musibah konotasinya selalu buruk, tetapi karena boleh jadi apa yang kita anggap buruk itu, sebenarnya baik, maka AlQuran menggunakan kata ini untuk sesuatu yang baik dan buruk.
Memang AlQuran mengisyaratkan bahwa “tidak disentuh seseorang oleh musibah kecuali karena ulahmu“, tetapi disisi lain, ketika AlQuran berbicara tentang Bala’, dikatakannya musibah itu datang dari Allah swt. Tidak ada musibah yang terjadi kecuali atas ijin Allah ketika kita berbicara tentang Bala’ (yang diartikan juga bencana).
Sebenarnya Bala’ pada mulanya berarti menguji bisa juga berarti menampakkan. Seseorang yang diuji itu dinampakkan kemampuannya. Hidup ini adalah ujian. Itu sebabnya Allah swt menyatakan :“Allah yang menciptakan hidup dan mati, untuk menguji kamu, untuk melihat bagaimana kualitas kamu, siapa yang diantara kamu yang lebih baik amalnya“. Kita lihat ujian/bala’ datangnya dari Tuhan. “Kami pasti akan menguji kamu sampai Kami tahu siapa orang2 yang berjihad di jalan Allah dan bersabar“. Allah menurunkan bala’ tanpa campur tangan manusia. “Kami pasti menurunkan sedikit rasa takut, sedikit rasa lapar, kematian sanak keluarga“. “Berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar“.
Hidup ini ujian. Ujian ini bisa berupa sesuatu yang disenangi, bisa juga berbentuk sesuatu yang tidak disenangi. Siapa yang menduga bahwa kekayaan dan kesehatan adalah tanda cinta Tuhan ? Dia telah keliru. Siapa yang menduga bahwa suatu hal yang terasa negatif adalah tanda benci Tuhan ? Itupun dia telah keliru. Allah mengecam kepada orang2 yang apabila diberi nikmat oleh Tuhan, lantas berkata “saya disenangi Tuhan“, dan kalau Tuhan menguji dia sehingga mempersempit hidupnya, dia lantas berkata “Tuhan membenci saya, Tuhan menghina saya“. Jangan duga, saudara2 kita di Aceh yang meninggal dan ditimpa musibah, dibenci Tuhan. Jangan duga, yang menderita itu dimurkai Tuhan. Jangan duga yang berfoya2 disenangi Tuhan. “KALLAA“ (TIDAK). Disini Allah menggunakan kata BALA’ –yang artinya menguji, karena itu jangan cepat-cepat berkata bahwa bencana itu murka Tuhan.
Dulu jaman Nabi, banyak sahabat gugur di medan perang, terluka sekian banyak sahabat Nabi, bahkan Nabipun terluka. Allah swt pasti tidak benci pada Nabi, sehingga beliau terluka. Allah pasti merestui sahabat2 yg gugur itu, walaupun mereka menderita. Ketika itu turun ayat :”Jangan merasa rendah hati, jangan merasa terhina, jangan larut dalam kesedihan. Kamu adalah orang2 yang mendapat kedudukan yang tinggi selama kamu beriman“. Di Surat Ali Imran, Allah berfirman, tujuan Allah turunkan cobaan ini adalah supaya Allah mengangkat dari kalangan kamu sebagai syuhada’. Kita bisa berkata bahwa yang gugur mendapatkan bencana ini, disiapkan oleh Tuhan tempat yang tinggi, karena mereka adalah orang2 mukmin. Dan tujuan Allah turunkan bencana ini adalah supaya Allah mengetahui siapa orang2 yang benar2 beriman dan yang tidak. Karena itu jangan menggerutu, karena Allah memberikan tempat yang sebaik2nya. Allah berfirman bahwa Allah juga akan membersihkan hati kamu dan menghapus dosa2 kamu. Melihat kondisi saudara2 kita di Aceh, kita menjadi sedih, kita menjadi menangis, tapi agama mengingatkan kita semua bahwa Tuhan punya tujuan.
Dalam hidup ini, Allah menciptakan orang2 untuk tujuan2 tertentu. Dalam sebuah hadits, Allah menciptakan makhluk2 yang ditugaskannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya yang lain. Ada orang2 kaya yang diberi kekayaan, yang sebenarnya dipilih Allah agar orang2 itu memberi bantuan kepada orang2 yang butuh. Mudah2an kita termasuk orang2 yang dipilih Allah itu. Ada lagi orang2 yang diciptakan Allah untuk menjadi alatnya Tuhan untuk mengingatkan orang lain. Para syuhada’ ini adalah alat2 yang dipilih Allah. Itu sebabnya kita baca di dalam Al Quran ada istilah “IBADULLOHIL MUKHLASHIN atau hamba2 Allah yang dipilih”.
Sekarang ini banyak orang yang lengah dan lupa kepada Allah. Memang rutinitas sering menjadikan kita lupa kepada Allah. Karena itu kita perlu diingatkan. Ada orang2 yang tidak menyadari adanya Allah karena melihat segala sesuatu berjalan harmonis. Tuhan ingin mengingatkan orang2 tersebut, bahwa jangan duga Allah telah lepas tangan. Diingatkannya manusia melalui bencana. Kalau dulu sekian banyak orang yang lupa Allah, sekarang Dia mengingatkan kita melalui rahmatNya. Itu sebabnya di dalam AlQuran, disebutkan :“Apakah mereka tidak sadar bahwa setiap tahun Kami mencoba mereka, Kami menurunkan ujian kepada mereka supaya mereka sadar, supaya mereka bertaubat ?“. Jadi sekali lagi, saya (Quraish Shihab) tidak melihat ini sebagai murka Allah. Ini rahmatNya kepada kita yang hidup, supaya kita ingat kepada Allah, supaya lebih dalam lagi solidaritas kita, supaya kita lebih dekat lagi kita kepada Allah, supaya lebih terasa lagi kehadiran Allah. Dan yang gugur, yang luka, yang menderita itu dijadikan oleh Allah sebagai alat2Nya untuk mengingatkan kita, itulah mereka yang dinamai dengan “Ibadullohil Mukhlashin atau Hamba2 Allah yang terpilih“.
Dia pilih orang2 yang gugur, Dia pilih anak2, Dia pilih orang2 yang tidak berdosa, Dia pilih orang2 tua, untuk Dia jadikan syuhada, Dia jadikan saksi2, Dia jadikan alat2Nya. Untuk siapa ? Untuk kita yang hidup. Allah tidak menyia2kan mereka. Di dalam hadits, Allah katakan, Seandainya bukan karena anak2 yang masih menyusu, seandainya bukan karena orang tua yang sedang bungkuk, seandainya bukan karena binatang2, niscaya Allah akan menjatuhkan siksa kepada kamu, siksaan yang luar biasa. Tapi mengapa yang diambil olehNya disana anak2, orang tua, binatang ? Itu yang menjadikan kita bersangka baik kepada Allah dan menyatakan bahwa ini bukan murka, ini hanya peringatan. Kita terima itu. Peringatan untuk kita yang hidup. Kita tidak perlu larut dalam kesedihan, tetapi kita perlu mengambil pelajaran.
Salah satu pelajaran adalah kita lihat di televisi, kita lihat badan2 mereka, rupanya begitulah badan kita. Jangan terlalu memberi perhatian kepada badan dengan melupakan ruh. Itu pelajaran yang dapat kita angkat. Jangan menilai orang dari penampilannya. Lihatlah itu semua, dan ingat dalam Al Quran, Allah berulang2, apakah penduduk negeri itu merasa aman, bahwa peringatan Kami datang secara tiba2 ketika mereka sedang bermain2. Ini yang kita lihat. Ini sebenarnya kiamat kecil, bahkan boleh jadi yang mengalaminya tak menduga itulah kiamat. TIBA2, begitulah jadinya nanti. Sebenarnya tujuannya adalah untuk kita. Allah merahmati kita dengan memberi peringatan. Belum sampai pada murkaNya, dan jangan duga itu murkaNya.
Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ditikam, beliau berteriak :“Demi Allah, saya telah memperoleh keberuntungan“. Beruntung karena mati. Allah mengangkat derajat beliau, Allah mendudukkan pada kedudukan yang demikian tinggi karena mati syahid. Nah, kalau kita membaca ayat di Surat Ali Imran :“... supaya Dia mengangkat diantara kamu Syuhada (orang2 yang menjadi saksi) dan untuk membersihkan hati kamu dari segala macam dosa’“. Untuk orang2 yang meninggal, kita antar dengan rasa sedih tetapi dalam saat yang sama beruntunglah mereka. Dan yang tinggal, kita harapkan mendapatkan pelajaran dari ujian ini, dari bencana ini. Mudah2an kita dapat menyusul mereka dalam kematian yang diridhai Allah.
Itu sebabnya ada doa yang diajarkan Nabi :
“Wahai Allah, kami bermohon kepadamu, hidup yang sebaik2nya, dan kematian yang sebaik2nya, serta segala yang baik yang berada diantara hidup dan mati. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kehidupan orang2 yang bahagia, kehidupan orang2 yang Engkau senangi agar dia tetap hidup, dan wafatkanlah dalam wafat orang2 yang syahid (orang2 yang Engkau sukai untuk bertemu dengannya).
Ya Allah, ampunilah orang2 yang meninggal dan yang masih hidup, anak2 kecil, orang2 dewasa, baik yang perempuan maupun yang laki2”.
RABBANAA AATINA FIDDUNYA HASANAH
WA FIL AKHIRATI HASANAH
WA QINA ADZABANNAR
(Ya Tuhanku, berilah kepadaku kehidupan dunia yang baik, kehidupan akhirat yang baik dan jauhkan kami dari siksa api neraka)
Pertanyaan :
- Bagaimana mendeteksi suatu musibah itu merupakan bentuk kasih sayang atau bentuk murka Allah ?
Jawab :
Setiap musibah kita harus introspeksi dan bersangka baik pada Allah. Kalau kita melihat dan menyadari bahwa sebenarnya kita tidak memiliki pelanggaran yang demikian jauh dan kita melihat bahwa bencana yang terjadi itu justru pada orang2 yang tidak berdosa, maka agaknya kita optimis bahwa ini adalah rahmat Allah. Tetapi kalau memang itu menimpa orang2 yang bergelimang dosa maka ketika itu kita bisa menduga bahwa ini adalah siksa dari Allah swt. Betapapun semua itu adalah peringatan dari Allah kepada orang2 yang hidup atau melihat atau mengetahui tentang bala’/musibah itu.
Mungkin sebagian musibah bisa dideteksi dan sebagian yang lain tidak dapat. Ada indikator2, namun mengenai gempa dan tsunami, sampai sekarang saya menduga keras bahwa kemampuan manusia untuk mendeteksinya secara dini belum lagi ada, apalagi buat kita yang berada di Indonesia.
Pertanyaan :
- Dalam rangka menyambut Idul Adha dan pelaksanaan Qurban, dan terjadinya musibah, apakah bisa dana yang kita kurbankan itu untuk disumbangkan kepada saudara2 kita yang berada di Aceh ?
Jawab :
Berkurban pada Idul Adha itu sunnah. Di sisi lain, membantu orang2 yang dalam kebutuhan bisa mencapai tingkat wajib. Nah karena itu, saya (Quraish Shihab) sangat sependapat apabila kita mengalihkan niat untuk berkurban itu apakah dengan berkurban kemudian kurbannya diberikan pada saudara2 kita di Aceh, atau dengan menggunakan harga kurban itu untuk disalurkannya sebagai bantuan kepada saudara2 kita di sana. Karena pada prinsipnya berkurban itu sunnah hukumnya, dan membantu orang2 yang butuh, itu lebih diutamakan.
Pertanyaan :
- Kata Bapak, hidup ini adalah ujian, dan dalam Quran dikatakan “Beritakanlah kepada orang2 yang sabar”. Yang ditanyakan, bagaimana agar kita dapat bersabar ?
Jawab :
Ada 3 hal yang harus kita renungkan :
- Setiap ujian yang menimpa kita bisa lebih besar dari yang kita terima. Kita lihat misalkan di Aceh, ada orang yang meninggal 2 anaknya, 1 masih hidup, untungnya tidak ketiga2nya meninggal dan sebagainya.
- Setiap seseorang terkena musibah dan dia sabar, pasti memperoleh ganjaran dari kesabarannya.
- Semua ujian yang diterima dalam kaitan dengan kehidupan dunia, itu sebenarnya ringan, karena dia masih memiliki keyakinan tentang wujud dan kemurahan Allah swt. Dan Allah itu wujud sepanjang masa bahkan sebelum masa. Hidup ini masih ada di akhirat sehingga anugerahnya akan dilimpahkan kepada yang bersabar. Itu sebabnya “kami memang milik Allah, kami adalah alatNya Allah, tetapi kami akan kembali kepada Allah“. Kita harus sadar tentang ini. Agama memberikan kesadaran kepada kita, bahwa hidup ini panjang, bukan hanya hidup duniawi tapi juga ukhrawi.
Pertanyaan :
- Apa sikap terbaik kita ketika kita menerima ujian atau musibah dari Allah ? Karena ketika musibah itu datang, pastinya kepanikan yang menimpa kita. Sikap terbaik apa kepada Allah dan juga kepada lingkungan kita ?
Jawab : Yang terbaik :
- Kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah. Yakinlah bahwa tidak ada pilihan yang buruk.
- Beristighfarlah, bermohon ampun.
- Bermohonlah kepada Allah. Ada doa sebagai berikut :
i. Ya Allah kami tidak bermohon untuk membatalkan apa yang Engkau tetapkan tetapi kami bermohon kiranya musibah ini menimpa kami secara lemah lembut. Kalaupun harus terjatuh, biarlah kami terjatuh di atas jerami.
- AlQuran mengingatkan, “tidak ada suatu musibah yang terjadi kecuali itu sudah dalam pengetahuan Tuhan sebelum itu diciptakan“. Mengapa demikian ? “supaya kamu tidak larut dalam kesedihan, seandainya itu musibah. Dan supaya kamu tidak larut dalam foya2 kegembiraan seandainya itu sesuatu yang menguntungkan kamu“. Kita harus hidup seimbang, jangan larut dalam kesedihan.
- Yakinlah setiap ada 1 kesulitan pasti selalu disusul dengan 2 kemudahan. Kita harapkan kesulitan yang menimpa saudara2 kita dimanapun akan disusul dengan kemudahan2 dari Allah asal disertai dengan kesabaran dan optimis.
Kesimpulan :
Pada prinsipnya ujian atau musibah itu berada dalam kemampuan kita dalam memikulnya selama kita ingin menggunakan petunjuk dan potensi Allah yang dianugerahkan Allah kepada kita. Allah menganugerahkan kita tuntunan agama. Yang memperhatikan tuntunan agama dia akan mampu memikulnya. Allah menganugerahkan kita potensi optimisme, Allah menganugerahkan kita potensi lupa. Ini semua menunjukkan bahwa memang setiap ujian itu diberikan Allah, kalau kita mampu memikulnya selama kita memanfaatkan potensi tersebut dan dekat dengan Allah. Itu sebabnya, barangsiapa yang bertaqwa, Allah akan berikan hidayah/petunjuk diantaranya petunjuk menangani problema, dan mendapatkan curahan solawat, ampunan dan rohmat.
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 10:28 am by ariefsalman
Permalink
Saturday, January 01, 2005
PROFIL PROF. DR. M. Quraish Shihab
Dr. Quraish Shihab
|
Muhammad Quraish Shihab lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, dia melanjutkan pendidikan menengahnya di Malang, sambil "nyantri" di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah. Pada 1958, dia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyyah Al-Azhar. Pada 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Hadis Universitas Al-Azhar. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di fakultas yang sama, dan pada 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al-Quran dengan tesis berjudul Al-I 'jaz Al-Tasyri'iy li Al-Qur an Al-Karim.
Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercayakan untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, dia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur), maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang ini, dia juga sempat melakukan berbagai penelitian; antara lain, penelitian dengan tema "Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur" (1975) dan "Masalah Wakaf Sulawesi Selatan" (1978).
Pada 1980, Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikannya di almamaternya yang lama, Universitas Al-Azhar. Pada 1982, dengan disertasi berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa'iy, Tahqiq wa Dirasah, dia berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu-ilmu Al-Quran dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtat ma'a martabat al-syaraf al-'ula).
Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984, Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca-Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, dia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashih Al-Quran Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989), dan Ketua Lembaga Pengembangan. Dia juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syari'ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Di sela-sela segala kesibukannya itu, dia juga terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah di dalam maupun luar negeri.
Yang tidak kalah pentingnya, Quraish Shihab juga aktif dalam kegiatan tulis-menulis. Di surat kabar Pelita, pada setiap hari Rabu dia menulis dalam rubrik "Pelita Hati." Dia juga mengasuh rubrik "Tafsir Al-Amanah" dalam majalah dua mingguan yang terbit di Jakarta, Amanah. Selain itu, dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi majalah Ulumul Qur'an dan Mimbar Ulama, keduanya terbit di Jakarta. Selain kontribusinya untuk berbagai buku suntingan dan jurnal-jurnal ilmiah, hingga kini sudah tiga bukunya diterbitkan, yaitu Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1984); Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama, 1987); dan Mahhota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta: Untagma, 1988).
___________________________________________
MEMBUMIKAN AL-QURAN
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab
Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996
Jln. Yodkali 16, Bandung 40124
Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038
mailto:mizan@ibm.net
|
Posted at 09:48 pm by ariefsalman
Permalink
Thursday, December 16, 2004
Menjemput Bidadari - Epicentrum
|
Download Clip
EPICENTRUM
Menjemput Bidadari
Adalah Engkau
Rembulan di Langit Hatiku
Selamat Datang Bunga
Perjalanan Tepi Malam
Lirik Lengkap
|
Menjemput Bidadari
by Dani Setiawan
--nantikan segera kaset albumnya
EPICENTRUM
bila yakin tlah tiba, teguh di dalam jiwa,
kesabaran menjadi bunga
smentara waktu berlalu,
penantian tak berarti sia-sia,
saat perjalanan adalah pencarian diri
laksana Zulaikha, jalani hari,
sabar menanti Yusuf Sang Tambatan Hati
di penantian mencari diri, bermohonkan
ampunan, ... dipertemukan
segra kan ku jemput engkau bidadari,
bila tiba waktu kutemukan aku ya Ilahi Robbi,
keras ku mencari diri, sepenuh hati
teguhkanlah ku dilangkah ini,
di pencarian hakikat diri
dan ijinkan ku jemput bidadari, tuk bersama
menuju-MU, mengisi hari
kini yakin tlah tiba, teguh di dalam jiwa,
kesabaran adalah permata
dan waktu terus berlalu,
penantian selalu memiliki arti, karna perjalanan
adalah pencarian diri laksana Adam dan Hawa,
turun ke bumi, terpisah jarak waktu
di penantian mencari diri, bermohonkan
ampunan, ..
dipertemukan bidadari tlah menyentuh hati,
teduhkan nurani
bidadari tlah menyapa jiwa,
memberikan makna
wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
|
Posted at 11:04 am by ariefsalman
Permalink
Monday, November 22, 2004
KAJIAN TAFSIR QURAN, AL-MISHBAH
Assalamualaikum wr.wb,
Ikuti terus kajian Tafsir Ayat-ayat Quran, Al-Mishbah, dengan nara sumber Prof. Dr. M.
Quraish Shihab di Metro TV, tiap hari jam 04.30 - 05.30 WIB.
Semoga kita menjadi semakin mengerti apa maksud Allah.
Wassalamualaikum wr.wb,
Arief Wiryanto
Posted at 08:26 am by ariefsalman
Permalink
|
 |
|