Wednesday, September 15, 2004
Pemimpin

Pemimpin

 

 

 

Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA

Metro TV, 29 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB

http://ariefhikmah.blogdrive.com

 

Setidaknya di dalam Al-Quran ada tiga kata yang merujuk kepada  makna Pemimpin :

 

  1. Khalifah

 

Khalifah mempunyai arti dasarnya adalah yang di belakang, fungsinya memberikan dorongan kepada yang ada di depan.  Kata  Khalifah di  dalam Al-Quran  hanya  2 kali disebut.  Pertama,  ketika  Tuhan memberitahukan  kepada malaikat  tentang  rencananya  untuk mengutus manusia  sebagai  khalifah  di muka bumi. Surat Al-Baqarah, Allah berfirman “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." .(QS. 2:30).

 

Kedua, di dalam Surat Ash-Shaad, “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan  kamu   khalifah (penguasa)  di muka bumi”. (QS. 38:26).

 

Lihatlah perbedaan dalam kedua surat di atas. Allah menggunakan kata “Aku” dalam merencanakan adanya khalifah/pemimpin di muka bumi, tapi pada QS. (2:30), digunakan kata “Kami” ketika mengangkat seorang khalifah/pemimpin pada QS. (38:26). Menurut hemat penceramah (Pak  Quraish), apabila Allah menggunakan kata “Kami” maka menunjukkan bahwa ada keterlibatan peran makhluk selain Allah sendiri, berbeda halnya jika Allah menggunakan kata “Aku” maka itu  hanya Allah saja yang berperan. Ketika Nabi Daud diangkat menjadi pemimpin maka ketika itu, Allah dan manusia di lingkungan Nabi Daud telah mengangkat Nabi Daud sebagai pemimpin buat umat/rakyatnya.

 

Jadi maknanya adalah ketika merencanakan seseorang untuk menjadi ketua, pemimpin, calon presiden sah-sah saja jika direncanakan oleh sendiri, namun ketika hendak mengangkat seseorang  menjadi seorang pemimpin, calon  presiden, ketua dan sebagainya yang bermakna pemimpin maka mengangkatnya harus oleh orang banyak atau diwakili oleh sekelompok orang yang merepresentasikan orang banyak.

 

Makna khalifah erat sekali kaitannya dengan bumi. Khalifah ditempatkan di bumi. Maka ketika kita mengangkat seorang pemimpin hendaknya ada keterkaitan dia dengan bumi tempat dia tinggal. Khalifah erat juga kaitannya dengan Allah. Jika Anda tidak mempunyai hubungan baik dengan Allah, maka Allah tidak akan mengilhami Anda. Jadi seorang pemimpin atau khalifah harus mempunyai hubungan erat dengan Allah dan masyarakat  tempat dia memimpin dan tinggal bersamanya.

 

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS. 33:72). Masih berkaitan dengan khalifah, sebenarnya tugas apakah yang dibebankan kepada manusia ? Kepemimpinan bukanlah fasilitas tapi dia merupakan tanggung jawab.

 

 

  1. Imam

Imam mempunyai arti  dasarnya  adalah yang  dituju, yang diteladani. Oleh karena itu, Ummi (Ibu) mempunyai makna  tempat yang dituju oleh  anak-anaknya. Begitu juga dengan arti Imam Shalat, adalah orang yang dituju oleh para makmumnya ketika  sholat berjamaah.

 

Di dalam Quran, kata Imam terdapat dalam surat Al-Baqarah  :

 

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku".  Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". QS. (2:124).

 

Ketika Ibrahim dijadikan imam oleh Allah, Nabi Ibrahim meminta agar keturunan-keturunannya  pun diangkat menjadi imam. Tapi dijawab oleh Allah bahwa perjanjian kontrak antara Allah dan Ibrahim tidak berlaku bagi orang-orang yang berlaku aniaya.

 

Seperti yang telah disebutkan dalam  pembahasan  Khalifah bahwa seorang pemimpin harus mempunyai hubungan yang  erat dengan  Allah dan masyarakatnya.  Sedangkan  pada pembahasan Imam juga terkait dengan hubungan erat tersebut, Allah  mengajarkan agar pemimpin selalu ingat akan kontraknya dengan Allah dan kontrak sosialnya dengan masyarakatnya.

 

Sebelum Nabi Ibrahim diangkat menjadi imam, Nabi Ibrahim diuji terlebih dahulu. Maka pemimpin yang mau kita angkat, kita harus melakukan uji (fit and proper test, uji kelayakan atau apapun bentuknya). Lihatlah dalam keluarganya, bisakah dia memimpin keluarganya ?. Lihatlah track recordnya, hendaknya keimanan dan amal shaleh (amal baik dan sebagainya) sudah sejak dahulu jauh sebelum akan dipilih sebagai pemimpin, bukan saat ketika berkampanye atau saat akan dipilih sebagai pemimpin.

 

< QS. Tentang sejak dulu sudah beriman dan percaya >>

 

Lihatlah pula tingkah laku dan sepak terjangnya, lihatlah dulu program-programnya. Lihatlah  juga hubungan dia dengan Tuhannya, lihatlah juga teman-temannya dan lain sebagainya.

 

Seorang pemimpin juga bukan hanya pandai mensosialisasikan program-programnya tapi juga mampu mengantar/menuntun rakyatnya menuju kepada yang terbaik,  dengan sabar dan kuat.

 

 

  1. Ulil Amri (jama’), Amir (tunggal)

 

Amir dapat mengandung arti subyek yaitu menyuruh dan bisa mempunyai arti obyek yaitu yang disuruh.

Seorang pemimpin adalah seorang yang mampu menyuruh dengan baik namun juga mau dengan rela disuruh oleh rakyat yang dipimpinnya dan juga Allah yang telah mengangkatnya. Seorang pemimpin hendaknya semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kebutuhan  rakyatnya, melayani rakyatnya dan sebagainya. Jika  dia tidak mau disuruh oleh rakyat maka dia tidak boleh diangkat menjadi pemimpin.

 

Ketiga nama atau sebutan untuk pemimpin yaitu khalifah, imam dan ulil amri adalah menunjukkan bahwa pemimpin memiliki fungsi ketiga hal utama. Pemimpin sebagai khalifah, yaitu yang berada di belakang, fungsinya memberikan dorongan, fasilitas, semangat dan sebagainya. Pemimpin sebagai imam, yaitu yang berada di depan, fungsinya sebagai teladan atau imam. Pemimpin sebagai amir, yang bersedia untuk memerintah dan diperintah. Oleh karena itu, seorang pemimpin selalu dekat dengan rakyatnya, selalu berada di tengah-tengah mereka karena seorang pemimpin dalam memerintah tidaklah efektif jika berada di kejauhan dari rakyatnya, dan begitu juga rakyat tidak mungkin bisa memberikan permintaan, masukan dan perintah kepada pemimpinnya jika pemimpinnya tidak berada di depannya.

 

Pemimpin adalah :

·        orang yang  berada di depan menjadi imam (teladan)

·        orang yang berada di belakang menjadi khalifah (pendorong)

·        orang yang berada di tengah menjadi amir, (ikut merasakan)

·        orang yang pandai memerintah

·        orang yang rela diperintah oleh masyarakat

·        orang yang tabah

·        orang yang mengabdi

·        orang yang pandai mengantar dan menuntun rakyatnya kepada yang baik.

 

Di kitapun, sudah lama juga dikenal dengan semboyan yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantoro, berhubungan dengan pemimpin, yaitu  :

-         Ing ngarso sung  tulodo

o       Di depan menjadi teladan

-         Ing madyo mangun karso

o       Di tengah-tengah membangun karya (karir, moral, pembangunan, material, dll)

-         Tut Wuri Handayani

o       Di belakang memberi dorongan dan support.

 

Kita warga Negara Indonesia pun sudah banyak melahirkan  banyak pemimpin yang berhasil membawa bangsa ini keluar  dari keterpurukan menuju keadaan yang  terbaik. Contohnya adalah Jenderal Sudirman. Oleh karena itu, kita jangan pesimis, kita mempunyai  sumber daya manusia cukup banyak dan melimpah, 220 juta, diantaranya  optimis akan lahir pemimpin yang kita dapat harapkan, semoga dan berjuanglah.

 

Sekian dan terima kasih

 

Wassalamualaikum wr.wb,

 

 

Arief Wiryanto


Posted at 05:16 pm by ariefsalman
Make a comment  

Monday, August 30, 2004
Kebutuhan Primer Cinta Pria dan Wanita


Seringkali saat ini, perceraian, kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, keretakan-keretakan rumah tangga dan kesalahpahaman antara pasangan Pria dan Wanita ... bagaimana ini bisa terjadi ? Mungkin tulisan ini bisa menjadi salah satu bahan mengapa Wanita dan Pria perlu memahami dalam mengartikan cinta yang dilahirkan oleh pasangannya.

Selamat Menyimak...

 


Enam Kebutuhan Primer Cinta Wanita

dan

Enam Kebutuhan Primer Cinta Pria

 

Dari : Dikutip penuh dari Buku Mars and Venus, John Gray, Ph.D


 

Kebanyakan kebutuhan emosional kita yang  kompleks  dapat diringkas sebagai kebutuhan akan cinta. Kaum pria dan wanita masing-masing mempunyai  enam kebutuhan  cinta yang khas dan sama-sama penting. Kaum pria terutama membutuhkan kepercayaan, peneriimaan, penghargaan, pujian, persetujuan  dan dorongan. Kaum wanita terutama membutuhkan rasa sayang, pengertian, rasa hormat, perhatian, penegasan dan jaminan. Tugas besar untuk memikirkan apa yang dibutuhkan pasangan kita dapat sangat disederhanakan melalui pemahaman tentang kedua belas cinta yang berbeda itu.

 

Dengan meninjau daftar ini, Anda dengan mudah dapat melihat mengapa pasangan Anda merasa tidak dicintai. Dan yang paling penting, daftar ini dapat memberi Anda arah untuk memperbaiki hubungan-hubungan Anda dengan lawan jenis bila Anda tidak tahu lagi harus berbuat apa.

 

 

Wanita perlu menerima :

 

1. Perhatian

2. Pengertian

3. Hormat

4. Kesetiaan

5. Penegasan

6. Jaminan

Pria perlu menerima :

 

1. Kepercayaan

2. Penerimaan

3. Penghargaan

4. Kekaguman

5. Persetujuan

6. Dorongan

 

 

Memahami kebutuhan-kebutuhan primer Anda

 

Tentunya setiap pria dan wanita pada akhirnya membutuhkan kedua belas jenis cinta itu. Mengakui  keenam jenis cinta yang dibutuhkan kaum wanita tidak berarti kaum pria tidak membutuhkan jenis-jenis cinta ini. Kaum pria juga membutuhkan perhatian, pengertian, rasa hormat, kesetiaan, kebenaran dan ketenteraman. Yang dimaksud “kebutuhan primer” adalah orang perlu lebih dulu memuaskan kebutuhan primernya sebelum sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.

 

Kebutuhan primer harus lebih dulu dipenuhi sebelum orang sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.

 

1.      Wanita membutuhkan Perhatian,  Pria membutuhkan Kepercayaan

Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicinta dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang  penuh cinta,  pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama.  Tentu saja  si wanita makin mempercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih  mudah menerima.

 

Bila wanita menunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria,  pria itu merasa dipercaya. Mempercayai  pria berarti meyakini  bahwa ia melakukan  yang terbaik dan  bahwa  pria tersebut menginginkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama  pria itu pun terpuaskan. Otomatis  pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.

 

2.      Wanita membutuhkan Pengertian, Pria membutuhkan Penerimaan

Bila pria mendengarkan tanpa menghakimi, melainkan dengan empati dan kedekatan terhadap wanita yang sedang mengungkapkan perasaan-perasaannya, wanita itu merasa didengarkan dan dipahami. Sikap penuh pengertian tidak berarti mengetahui pikiran atau perasaan seseorang, melainkan berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang didengar, dan bergerak untuk membenarkan apa yang disampaikan. Semakin terpenuhi kebutuhan wanita untuk didengarkan dan dimengerti, semakin mudah baginya untuk memberi penerimaan yang dibutuhkan pasangannya.

 

Bila wanita dengan  penuh cinta menerima pria tanpa berusaha mengubahnya, pria itu merasa diterima. Sikap menerima itu tidak menolak, melainkan menegaskan bahwa pria itu diterima dengan gembira. Ini tidak berarti si wanita yakin pria itu sempurna, melainkan memperlihatkan bahwa ia tidak mencoba memperbaiki pria itu, bahwa ia mempercayai si pria untuk membuat perbaikan-perbaikan sendiri. Setelah merasa diterima, lebih mudah bagi pria untuk mendengarkan dan memberi wanita pemahaman yang dibutuhkan dan layak diterimanya.

 

3.      Wanita membutuhkan Rasa Hormat, Pria membutuhkan Penghargaan

Wanita merasa dihormati bila pria menanggapinya dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhannya. Bila tingkah laku pria itu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaannya, wanita tersebut pasti merasa dihormati. Ungkapan-ungkapan rasa hormat fisik dan nyata, misalnya dengan memberi bunga dan mengingat ulang tahun, sangat penting untuk memuaskan   kebutuhan cinta utama nomor tiga pada wanita. Bila  wanita merasa dihormati,  jauh  lebih mudah baginya untuk memberi suaminya penghargaan yang layak diterimanya.

 

Bila wanita mengakui telah menerima manfaat dan nilai pribadi dari usaha-usaha dan tingkah laku pria, si pria jadi merasa dihargai. Penghargaan merupakan reaksi alami terhadap pasangan didukung. Setelah merasa dihargai, pria tahu usahanya tidak sia-sia; dengan demikian, ia didorong untuk memberi lebih banyak. Pria yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.

 

4.      Wanita membutuhkan Kesetiaan, Pria membutuhkan Kekaguman

Bila pria mengutamakan kebutuhan-kebutuhan wanita dan dengan bangga mendukung dan memuaskan si wanita, kebutuhan utama cinta  nomor empat wanita tersebut terpuaskan. Wanita berkembang subur jika ia merasa dipuja dan istimewa. Pria dapat memenuhi kebutuhan ini dengan lebih mementingkan kebutuhan dan perasaan wanita itu daripada minat-minatnya sendiri seperti pekerjaan, pelajaran, dan rekreasi. Jika si wanita merasa dirinyalah yang terpenting dalam kehidupan pria itu, dengan mudah ia akan memberikan kekagumannya.

Seperti halnya wanita perlu merasakan perhatian pria, pria pun  perlu merasakan kekaguman wanita. Mengagumi pria adalah memandangnya dengan penuh kekaguman, rasa senang dan persetujuan yang menyenangkan. Pria merasa dikagumi jika wanita gembira dan takjub akan sifat-sifat khasnya atau bakat-bakatnya yang mungkin mencakup rasa humor, keperkasaan, ketekunan, kejujuran, integritas, kemesraan,  kebaikan hati, cinta, pengertian dan sifat-sifat baik lain. Bila pria merasa dikagumi, ia akan merasa cukup aman untuk membaktikan diri bagi isterinya dan menyanjungnya.

 

5.      Wanita membutuhkan Penegasan, Pria membutuhkan Persetujuan.

Bila pria tidak keberatan atau tidak menentang perasaan dan kebutuhan wanita, melainkan menerimanya dan menegaskan  keabsahannya,  wanita akan betul-betul merasa dicintai,  karena  kebutuhan primernya yang kelima telah terpuaskan. Sikap   mengesahkan  pria menegaskan  hak wanita untuk merasa sebagaimana dirasakannya. (Perlu diingat, pria dapat menghargai sudut pandang wanita, meski ia sendiri mempunyai sudut pandang berbeda). Setelah pria belajar menunjukkan pada wanita sikap mengiyakan ini, pria itu pasti memperoleh persetujuan yang terutama dibutuhkannya.

Jauh  di dalam lubuk hatinya, setiap pria ingin  menjadi pahlawan atau ksatria dengan baju baja berkilauan bagi wanita. Tanda bahwa pria telah lulus ujian seorang wanita adalah persetujuannya. Sikap menyetujui  ini berupa pengakuan  atas kebaikan dalam  diri si  pria  dan  mengungkapkan  kepuasan  menyeluruh  terhadap pria itu. (Ingat,  memberikan  restu  kepada pria  tidak lalu berarti sependapat dengannya). Sikap menyetujui berarti mengakui  atau mencari alasan-alasan yang  baik di balik apa yang  dilakukan pria itu. Setelah pria menerima persetujuan yang dibutuhkan, jadi lebih mudah baginya untuk menghargai  perasaan-perasaan si wanita.

 

6.      Wanita perlu Jaminan, Pria perlu Dorongan

Bila pria berulang-ulang memperlihatkan bahwa ia memperhatikan,  memahami,   menghormati, menghargai dan menyayangi pasangannya, kebutuhan utama  pasangannya untuk diyakinkan telah terpenuhi. Sikap meyakinkan  membuat  wanita  merasa senantiasa dicintai.

 

Pria umumnya membuat kekeliruan dengan menganggap bahwa sekali ia telah  memenuhi semua kebutuhan cinta primer isterinya, dan isterinya merasa bahagia dan aman,  maka sejak saat itu isterinya harus tahu bahwa ia dicintai. Padahal ini tidak cukup. Untuk memuaskan kebutuhan cinta primer nomor enam isterinya, pria harus ingat untuk meyakinkannya berulang  kali.

 

Demikian  juga,  pria  terutama  merasa  perlu  mendapat  dorongan dari wanita.  Sikap membesarkan hati dari wanita bisa memberi harapan dan keberanian kepada pria. Wanita dapat mengungkapkan kepercayaan akan  kemampuan-kemampuan serta watak si pria. Sikap mengungkapkan kepercayaan, penerimaan, penghargaan,  kekaguman  dan  persetujuan  mendorong  pria  untuk menjadi pribadi yang sebaik-baiknya. Karena  merasa berbesar hati, pria terdorong  untuk memberi kepada wanita jaminan  penuh cinta yang dibutuhkannya.

 

Pria  dapat menampilkan sisinya yang terbaik setelah kebutuhan-kebutuhan  cinta  primernya  yang  keenam terpuaskan. Tapi kadang-kadang wanita tidak tahu apa yang terutama dibutuhkan pria.  Ia memberikan cinta penuh  perhatian,  bukannya cinta  penuh kepercayaan. Dengan demikian, ia secara tak sadar menyabot hubungan mereka.

 

Dari : Dikutip penuh dari Buku Mars and Venus, John Gray, Ph.D


Posted at 03:40 pm by ariefsalman
Comments (3)  

Wednesday, August 18, 2004
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

 

 

 

Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA

Metro TV, 15 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB

 

Islam adalah agama fitrah, agama naluri kesucian manusia. Cinta tanah air adalah naluri manusia, cinta kepada tempat dimana dia lahir dan dibesarkan adalah fitrah. Karena itu, Cinta tanah air adalah manifestasi dari iman (Hubbul Wathan minal iman). Cinta  tanah air,  bangsa dan negaranya adalah manifestasi iman bukan sekedar sebagian dari iman. Jadi bila tidak ada cinta kepada tanah air, kepada bangsanya maka tidak ada iman di dalam dadanya. Ciri-ciri ada iman adalah cinta kepada tanah airnya.

 

“Engkau, wahai kota Mekkah adalah negeri yang paling saya cintai”, sabda Nabi ketika hijrah ke Madinah.

 

Orang yang tidak mencintai tanah airnya boleh kita sebut sebagai pengkhianat. Orang yang beriman menempatkan negara di tempat yang tinggi. Karena tempatnya yang tinggi ini, oleh Allah, tanah air disejajarkan dengan agama. Perhatikan firman Allah berikut :

 

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 60:8).

 

Selama orang-orang non-muslim bersahabat dengan kita, maka kita dapat hidup berdampingan dengan mereka, bahkan harta dan jiwa mereka dalam jaminan Nabi. “Barangsiapa yang mengganggu mereka,  maka telah menggangguku”, sabda Nabi.

Namun begitu musuh masuk ke negara kita dan mengusir kita dari tempat tinggal kita, maka tidak ada kata lain, no way, kita harus bangkit, yang mati karenanya adalah syahid. Seandainya leluhur kita tidak berjuang dahulu maka kita tidak akan seperti sekarang ini.

 

Nah, keberadaan dan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini wajib kita syukuri, karena kemerdekaan adalah salah satu nikmat yang besar dianugerahkan kepada kita. Bagaimana kita mengingat kenikmatan kemerdekaan ini ? Kita kenang perjuangan para leluhur kita, kita ingat cita-cita perjuangan mereka, kita kenang jasa-jasa mereka.

 

‘kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu (akhirat) tentang kenikmatan yang kamu dapatkan” (QS. 102:8).

 

Bagaimana agar kita bisa mengetahui bahwa kemerdekaan itu berupa nikmat ? Kita akan baru sadar arti sebuah kemerdekaan apabila dibandingkan dengan Negara-negara yang sedang direnggut kemerdekaannya, seperti yang dialami Irak selama ini. Bayangkan kalau Negara kita masih dijajah oleh bangsa lain.

 

Kemerdekaan adalah kita dapat dengan bebas mengatur negara kita sendiri, lalu dari kebebasan mengatur ini akan keluarlah beberapa peraturan yang kita ciptakan sendiri, dan kita mengikatkan diri dengan peraturan-peraturan tersebut dalam rangka kebahagiaan bersama. Manifestasi dari mensyukuri kemerdekaan adalah dengan cara melaksanakan peraturan-peraturan yang telah dibuat  tersebut guna mencapai kebahagiaan bersama.

 

Negara kita menyimpan segudang materi dan sumber daya alam yang luar biasa, yang bahkan orang-orang lain menyebutnya, Indonesia sebagai bagian kecil dari taman-taman surga.

 

Kita pun bisa belajar dari negara kita sendiri, karena negara kita mengandung juga makna-makna yang dalam. Seperti di negeri kita, tumbuh berdampingan antara pohon besar dan rumput di sekitarnya. Kita bisa mengambil pelajaran bhw rumput kecil bisa hidup berdampingan dengan pohon besar tanpa merasa khawatir tidak kebagian rizki. Pohon besarpun melindungi rumput dari panas terik dan angin besar. Kalau pohon dan rumput bisa demikian, seharusnya antara rakyat kecil dan para pengusaha besar dan pejabat dapat hidup berdampingan dan saling membantu.

 

Mensyukuri adalah menggunakan anugerah nikmat sesuai dengan tujuan anugerah itu diberikan. Seperti misalkan kita diberi peci, maka mensyukurinya adalah peci itu digunakan, dan harus diletakkan di kepala, bukan untuk menggosok sepatu. Mensyukuri kemerdekaan adalah demikian juga, harus sesuai dengan cita-cita kemerdekaan itu sendiri, yaitu bisa mengelola negara dan bangsa sendiri seoptimal dan sebaik mungkin.

 

Kita punya laut, punya ikan-ikannya, mutiaranya.. berapa banyak ikan yang bisa kita tangkap ? berapa banyak mutiara yang baru diambil ? Masih sangat sedikit. Boleh jadi Jepang lebih mensyukuri pemberian negaranya.

 

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. 16:14).

 

Kufur nikmat jika kita belum mengambil seluruhnya sumber daya alam negara kita. Kufur itu artinya adalah menutupi. Kekayaan alam yang belum tergali adalah berstatus menutup. Bersyukur adalah membuka dan mengangkat kekayaan alam itu sehingga dapat kita gunakan sebaik-baiknya.

 

Kemerdekaan bukanlah kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan yang mutlak  bisa  menyebabkan kerusakan yang mutlak pula. Karena itu, kemerdekaan mengandung batas-batas karena kalau tidak kita akan mudah dijajah. Penjajahan tidak lagi seperti dahulu berupa invasi pasukan, karena memakan biaya sangat boros di sisi penjajah, tapi penjajahan akan masuk pada sektor-sektor pendidikan, ekonomi, penjajahan di bidang ilmu dan teknologi dan lain-lain.

 

Jika kita bersyukur  terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, maka janji Allah akan menambah nikmat tersebut. Kita bersyukur bukan hanya memenuhinya dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’ tapi harus dibarengi pula dengan bekerja keras, bekerja  dengan giat memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan fungsinya dan menggali potensi-potensi nikmat yang belum tergali dan termanfaatkan.

 

Arief Wiryanto


Posted at 11:24 am by ariefsalman
Make a comment  

Thursday, August 12, 2004
Menghargai

Menghargai

 

 

Prof. Quraish Shihab, Lc

Metro TV, 14.00 – 15.00 WIB

 

Ada  sebagian  orang  beranggapan atau memahami yang  keliru bahwa manusia dihargai  dengan  derajat  materi. Semakin  banyak  materi  yang dimiliki  semakin mulia manusia tersebut. Ada pula  yang  memahami secara  keliru  bahwa yang  dimaksud dengan  manusia memiliki  derajat yang sama adalah dengan menyamaratakan manusia dalam semua hal,  seperti menyamaratakan semua  hak-hak dosen sama dengan hak-hak  mahasiswa dan lain-lain. Padahal kita ketahui antara dosen dan mahasiswa masing-masing mempunyai hak dan tanggung jawab yang berbeda.

 

Di satu sisi ada sebagian orang yang tidak menghargai manusia, tapi di sisi lain ada yang berlebihan dalam menghargai manusia sehingga penghargaan manusia sama seperti penghargaan terhadap Tuhan, atau semua manusia disamaratakan seperti dosen dan mahasiswa tadi.

 

Bagaimana dengan Islam dalam menghargai orang lain ? Islam identik dengan Adil  (satu  padanan kata). Kalau tidak adil, maka tidak Islam. Kalau di suatu tempat atau kondisi keadilan  tidak ada,  maka belum ada Islam. Apakah itu adil ? Adil adalah menempatkan segala sesuatu pada tempat yang semestinya, memandang segala sesuatu sebagaimana adanya.

 

Manusia harus ditempatkan sebagaimana mestinya. Manusia perlu dihormati karena itu kebutuhan dasarnya. Baik muslim ataupun non-muslim, semua perlu  dihormati sebagai manusia. Upaya memanusiakan manusia adalah bagian dari adil. Jangan lecehkan manusia. Termasuk anak kecil, mereka juga butuh adanya penghargaan dan penghormatan dari kita.

 

Bagaimana bentuk-bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap orang lain ?

-         Secara pasif : jangan menyebut keburukan orang kecuali yang sangat perlu, jangan ditelanjangi dia. Cukup 1 atau 2 saja apabila diperlukan untuk membicarakan keburukannya dan kesalahannya. Tidak menyimpannya di dalam hati keburukan yang pernah dilakukan apalagi jika dia telah meminta maaf, jangan menyimpan keburukan di belakangnya. Kalau Nabi tidak suka terhadap keburukan orang, Nabi tidak pernah berkata memakai kata “kamu” tapi selalu memakai kata “kenapa ya ada orang yang begini dan begitu”.

-         Secara aktif : jangan memberi harapan-harapan kosong seperti sengaja menunggu lama tamu yang berkunjung ke tempat kita. Jika ada orang yang berjasa kepada kita, hargai dengan sebaik-baiknya, tempatkan pada tempat yang semestinya. Tidak menghina dan mencacinya, tidak pula membebani padanya melebihi kemampuannya.

 

Bagaimana dengan waktu ? Bagaimana kita harus menghargai waktu ? Islam selalu mengajarkan kita menghargai waktu, seperti pesan Nabi, ingatlah ketika kita masih sehat sebelum masa sakitmu,  hidupmu sebelum matimu, kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum masa sempitmu. Begitu juga Allah sendiri bersumpah atas nama waktu (wal-ashri) dan juga Allah memerintahkan apabila telah selesai satu pekerjaan segera kerjakan tuntaskan pekerjaan yang lain QS ().

 

Bagaimana dengan rambut ? Nabi memerintahkan untuk mengatur rambut kita agar selalu ditata dengan rapi. Inilah bentuk penghargaan terhadap rambut.

 

Bagaimana dengan anak-anak ? Anak-anak pun harus kita hargai, jangan terlalu dibebani dengan beban yang berat, perhatikan apabila mereka berbicara. Nabipun membungkukkan badannya sehingga badannya menjadi sama tingginya dengan anak kecil demi untuk mendengarkan ucapan mereka.

 

Bagaimana dengan diri sendiri ? Allah merahmati seseorang yang bisa menghargai dirinya sendiri. Orang yang mengerti kelebihan dan kekurangan dirinya, tidak  berlebih dan juga tidak berkurang, sehingga mampu menempatkan dirinya pada tempat yang sesuai. Orang yang mampu menghargai dirinya dengan baik, maka Allah akan memberikan rahmat pada orang tersebut. Jika dia tidak sanggup memegang amanat  maka  dia akan katakan tidak sanggup, jika dirinya tidak tahu dia akan katakan dia tidak tahu. Karena dia tidak ingin membebankan dirinya di luar kemampuannya. Dia telah menghargai dirinya sendiri. Namun jika berdasarkan perhitungan dan potensi yang dimiliki dia  sanggup, dia akan katakan pula sanggup dan tahu.

 

Sikap mampu melihat secara adil inilah kita bisa menghargai segalanya dengan proporsional dan baik. Maka semakin baik dan besar penghargaan kita kepada Tuhan, manusia, alam dan juga diri sendiri menunjukkan semakin baik dan besar parameter keberagamaan kita, semakin tinggi tingkat keshalehan kita. Jadi penghargaan itu bukan hanya ditujukan hanya salah satu saja, kepada orang lain (muslim ataupun non-muslim) saja, tapi juga kepada diri sendiri, Tuhan, alam (termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan, waktu, lingkungan, masyarakat dan lain-lain).

 

Catatan :

Bagaimana kaitan antara menghargai orang yang  berbuat salah kepada kita ? bolehkah kita curhat kepada orang lain ?

Curhat boleh-boleh saja asal jangan pada semua orang.

 

Lalu bagaimana firman Allah yang menjelaskan sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa ?

Memang manusia dibedakan derajatnya berdasarkan ketakwaannya, tapi hanya Allah yang tahu tentang ketakwaan seseorang. Kita tetap menghargai manusia sebagaimana mestinya sebagai manusia.

 

Arief Wiryanto

Yayasan Jaringan Informasi Islam


Posted at 01:01 pm by ariefsalman
Make a comment  

Wednesday, August 11, 2004
Takabbur

Takabbur

 

 

Prof. Quraish Shihab, Lc

Metro TV, 9 Mei 2004, 14.00 – 15.00 WIB

 

Takabbur adalah meliputi ;

-         merasa diri lebih besar dari kenyataannya

-         melecehkan orang lain

-         tidak mengakui hak orang lain

 

Jadi Takabbur adalah kondisi kejiwaan seseorang yang merasa memiliki kelebihan dari kenyataannya sehingga mendorongnya untuk melecehkan orang lain. Takabbur lahir karena terlalu cinta dirinya dan merasa dirinya tidak ada kekurangan.

 

Takabbur ini merupakan pangkal dosa dari kebohongan pada dirinya dan orang lain. Juga takabbur merupakan pangkal dosa orang lain untuk berbuat bohong dan pangkal dosa dirinya dan orang lain melakukan kejahatan.

 

Takabbur kepada Tuhan

 

Allah telah menetapkan perintah-perintahNya agar dapat diikuti oleh hambaNya, seperti sholat, puasa, zakat dan berhaji. Bentuk takabbur kepada Tuhan adalah melecehkan perintah-perintah Allah tersebut, misalnya dengan mengatakan “ apa tuh sujud-sujud segala, ngotor-ngotorin kepala saja”. Kalau kita belum dapat melaksanakan perintah-perintahNya jangan sekali-kali mengatakan hal seperti ini baik dengan ucapan maupun dengan hati. Allah juga tidak membebani hambaNya. Apabila kita takabbur kepada Allah berarti kita merasa lebih tahu dari Allah yang Maha serba tahu.

 

Takabbur kepada Manusia

 

Manusia diciptakan adalah untuk dihargai, lihat pembahasan “Menghargai”. Bentuk-bentuk pelecehan kepada manusia seperti pelecehan seksual, pelecehan kepada hukum dan sebagainya adalah bentuk-bentuk takabbur kepada manusia. Begitu juga dengan melecehkan jabatan tertentu adalah termasuk takabbur juga. Seperti yang seharusnya adalah tempat duduknya presiden, kita duduki. Berpakaian rapi ketika mengunjungi teman, sahabat atau dalam rangka bisnis adalah upaya kita menghargai orang lain. Lihatlah Nabi ketika bernegosiasi dengan para raja di sekitarnya, beliau selalu menggunakan unta tunggangannya yang sangat bagus, berpakaian bagus dan indah (tidak harus mahal) demi menghormati para raja. Nabi tidaklah takabbur walaupun jabatan beliau di sisi Allah yang paling tinggi dibanding para raja, Nabi tetap menghormati orang lain. Nabi tidaklah sok, walaupun Nabi pembawa kebenaran tapi tidaklah lantas petantang petenteng merendahkan derajat para raja di sekitar beliau. Begitu juga ketika berhadapan dengan orang-orang miskin yang bertamu kepada beliau, beliau hamparkan sorbannya untuk tempat duduk tamunya yang miskin tersebut. Sungguh besar dan mulianya Nabi.

 

Seperti ada seseorang yang baru lulus SD berani mencoba melamar ke Universitas. Ini namanya melecehkan fakultas tersebut. Memberikan harapan dan janji-janji kemudian tidak ditepati termasuk dalam takabbur kepada manusia, karena telah melecehkan orang lain, dengan memberikan harapan kosong kepada orang lain.

 

Jadi  takabbur bukanlah sebatas ucapan saja, melainkan  bisa  lahir dari sikap kita.  Kita juga tidak diperbolehkan takabbur terhadap orang-orang kafir termasuk seorang Yahudipun. Nabi berdiri menghormati ketika seorang jenazah Yahudi melintas di depan beliau.

 

Takabbur kepada Binatang

 

Kepada binatang pun kita harus hormati, jangan sekali-kali kita takabbur kepada mereka. Seperti perbuatan  memanggil-manggil kucing dengan maksud seolah-olah ada makanan. Ini termasuk pelecehan terhadap kucing, karena kucing dipanggil-panggil mengira ada makanan, harapan sang kucing pupus ternyata dia telah ditipu. Ini sudah termasuk takabbur kepada binatang. Apalagi jika kita menyiksanya. Karena itu, kata Nabi apabila kita ingin memotong hewan, pertajam dan asah dulu pisaunya agar sesingkat mungkin binatang yang kita sembelih merasakan sakit.

 

Cara mengatasi takabbur :

-         sadarilah diri Anda atau tahu diri, tahu posisi dan kedudukan kita.
Belum tentu kita lebih tahu dibanding orang lain, apalagi disbanding oleh Allah yang Maha Mengetahui.

-         Jangan sekali-kali merasa terjamin dengan perputaran hari, belum tentu esok kita akan kaya seperti hari ini.

 

Catatan :

Bolehkah kita berbangga atas prestasi yang telah kita peroleh ?

Kita dibolehkan untuk berbangga selama tidak melecehkan orang lain. Takabbur itu mengandung arti melecehkan orang lain atau makhluk lain. Nabipun seringkali berbangga dirinya adalah manusia yang paling bertakwa, yang paling beriman di antara kita, tapi Nabi tidak melecehkan orang lain dengan kebanggaannya itu.

 

 

Arief Wiryanto

Yayasan Jaringan Informasi Islam

 


Posted at 01:08 pm by ariefsalman
Make a comment  

Tuesday, August 10, 2004
Perubahan

Perubahan

 

 

Prof. Quraish Shihab, Lc

Metro TV, 8 Agustus 2004, 14.00 – 15.00 WIB

 

Ada orang yang mengatakan tentang perubahan, “Jika Anda ingin mengubah bangsa ini, maka ubahlah terlebih dahulu masyarakat di sekeliling Anda. Jika ingin mengubah masyarakat, ubahlah terlebih dahulu keluarga Anda. Jika ingin mengubah keluarga Anda, ubahlah dulu manusianya. Dan jika Anda ingin mengubah manusia, maka ubahlah terlebih dahulu hati dan pikirannya”.

 

Titik tolak perubahan adalah “mau atau tidak masing-masing pribadi kita untuk berubah”

 

Bagaimana  perubahan menurut Al-Quran ?

 

Al Quran banyak menguraikan tentang perubahan, diantaranya Quran Surat Ar-Rad ayat 13 : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11),

 

dan juga dalam Surat Ibrahim Ayat 1 : “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.(QS. 14:1). Sehingga Al Quran merupakan kitab dan buku pertama yang menjelaskan tentang hukum-hukum kemasyarakatan.

 

Kita lihat dalam Quran Surat Ar-Ra’d ayat 11 : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11).

 

Apa yang memang harus diubah dalam diri manusia ?

 

  1. Nilai-nilai yang dianut dan diyakini. Kita banyak menganut nilai-nilai sebagai pegangan dan pedoman hidup. Nilai ekonomi, nilai-nilai  akhlak, nilai-nilai moral dan lain sebagainya menentukan pola pikir dan pola hidup kita. Jika tidak seimbang seperti kita terlalu mementingkan nilai ekonomi maka segalanya hanya akan diukur  dari tingginya nilai ekonomi yang kita miliki. Harga diri dan penghargaan kepada orang lainpun  diukur  hanya dari kemapanan ekonomi seseorang.  Nilai paling tinggi adalah tauhid. Manusia pada dasarnya mengakui adanya fakta  bahwa Tuhan itu satu dan manusia berada pada satu kesatuan yang sama, sederajat.  Apabila berbeda dalam derajat ketakwaan, itu di mata Allah. Oleh karena itu, Nabi pun menghormati seorang Yahudi yang meninggal dan beliau berdiri ketika jenazah Yahudi tersebut melintas di depannya. Nabi mengakui bahwa yang meninggal adalah manusia seperti dirinya. Tauhid diibaratkan seperti matahari yang menghidupkan alam  semesta ini termasuk manusia.  Matahari mati maka kehidupan di muka bumi akan punah. Nilai-nilai tauhid (keesaan dan kesatuan) ini mati maka musnahlah bangsa ini. Ya, kita  sudah menyadari akan hal ini, bayangkan saja  apabila  bangsa Indonesia tidak lagi mempunyai rasa nilai kesatuan, pastilah tercerai berai dan bubar.

     

  1. Kehendak atau tekad. Nilai saja  belum cukup untuk mengubah hidup seseorang, perlu adanya kehendak atau tekad  yang bulat. Seseorang  yang  akan   bepergian ke luar kota dengan pesawat tidak cukup hanya membutuhkan tiket pesawat tapi juga tekad yang kuat untuk berangkat.  Oleh karena  itu, tekad yang  bulat dan kuat dibutuhkan untuk perubahan.  Tekad  yang  setengah-setengah tidak akan bisa  membuat seseorang  berubah.  Orang  yang ingin berhenti merokok tapi tidak mempunyai tekad yg bulat atau setengah-setengah, tidak akan mampu membuat orang tersebut berhenti untuk merokok. Perokok umumnya sudah mengetahui nilai bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan dirinya. Semakin kuat tekad seseorang  maka  semakin mudah dia untuk berkorban.

 

Jika suatu kaum  atau bangsa ingin berubah maka diperlukan kehendak atau tekad tidak hanya 1 atau 2 orang saja, atau hanya tekad dari seorang pemimpin saja,  melainkan  perlu adanya tekad dari semua diri dalam masyarakat itu. Tidak bisa  Negara  dan bangsa akan berubah apabila hanya tekad dari seorang presiden saja, atau presiden dengan 2 orang menterinya saja.

 

Selama ini ada anggapan bahwa mengubah Negara harus dimulai dari pemimpin. Yang lebih benar adalah untuk mengubah kondisi Negara dan bangsa perlu adanya tekad tidak hanya dimulai dari seorang pemimpin tapi dimulai dari tekad masing-masing orang dari sejak rakyat sampai pada pemimpinnya. Berapa banyak Nabi  yang dibunuh oleh umatnya seperti Nabi Zakaria, Nabi Yahya dan lain-lain. Kalau dalam konteks ini, maka nabi tersebut gagal dalam melakukan perubahan pada umatnya.

 

Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi orang lain  untuk  dapat  mengikutinya. Tekad masyarakat kemudian akan dibimbing oleh pemimpin ini ke jalan yang tepat untuk berubah.

 

  1. Kemampuan, baik fisik dan non-fisik. Tiket pesawat sudah ada di tangan, tekadpun sudah bulat tapi tidak ada kemampuan fisik ke bandara  karena sakit  (tidak mampu secara fisik), maka kita tidak akan jadi pergi.

 

Bangsa yang  ingin berubah maka diperlukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal. SDM yang handal harus memiliki daya diantaranya :

    1. Daya fisik yang kuat, sehingga mampu menggerakkan apa yang menjadi langkahnya.
    2. Daya pikir yang cemerlang dan excellent, sehingga mampu  menghasilkan  metode-metode ilmiah yang jitu, ilmu pengetahuan dan juga teknik-teknik yang tepat atau teknologi yang handal.
    3. Daya qalbu yang sehat sehingga mampu menghasilkan daya imaginasi yang dahsyat, akhlaq yang mulia dan kepekaan yang tinggi terhadap situasi dan kondisi di sekitarnya.
    4. Daya hidup yang tangguh, sehingga mampu  melahirkan semangat di setiap langkah dan kerjanya.

 

Itulah 3 point  pokok yang  saling terkait apabila ingin merubah diri, masyarakat dan bangsa menuju kea rah yang lebih baik.

 

Kesimpulan   :

Kalau ingin adanya perubahan maka yang pertama-tama perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir yang benar. Begitu juga dengan adanya keinginan perubahan bangsa, perlu adanya perubahan pola pikir masyarakatnya. Perubahan yang dimaksud dalam QS adalah bukan perubahan manusia, tapi perubahan pada apa yang ada dalam diri manusia. Bangsa tidak akan berubah walaupun pemimpinnya diganti beribu kali tapi dengan pola pikir yang sama.

 

Dalam perubahan bangsa, maka diperlukan  kehendak yang kuat dari atas sampai bawah, dari pemimpinnya sampai rakyatnya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi rakyatnya sehingga pola pikir rakyatnya berubah, mampu menciptakan kehendak dan tekad yang kuat dari rakyat juga bisa membuat rakyatnya mampu berbuat dan memiliki daya yang kuat untuk perubahan.

 

 

 

Arief Wiryanto


Posted at 01:10 pm by ariefsalman
Make a comment  

Friday, August 06, 2004
Bingung tentang Taqdir, Qadha dan Qadar ?

Selama ini kita salah dalam memahami makna Taqdir. "Dia tidak jadi denganku, karena belum taqdirnya... " " Belum nikah karena belum ketemu jodohnya...", "Ga dapet lagi proyek nich ? Itu barangkali belum taqdirnya ". Benarkah seperti ini ?  -- arief w

 

Qadha dan Qadar/Taqdir

Quraish Shihab

Metro TV, 6 Juni 2004

Jam 14.00 - 15.00 WIB

 
Kita akan membicarakan masalah qadha dan qadar/taqdir. Jaman Rasul tidak ada wacana ttg taqdir, baru ada ketika jaman Khalifah kedua, Umar bin Khatthab muncul istilah tsb, kemudian makin berkembang ketika jaman khalifah ummayyah setelah khalifah ali. Saat itu, taqdir dipersepsikan salah. Dulu ketika Ali wafat maka digantikan putranya Hasan, yg ternyata umat islam pecah, maka dia mengundurkan diri. Lalu Hasan digantikan oleh adiknya Husein, nah Husein ini dibunuh oleh bani ummayyah. Kemudian berkuasalah khalifah ummayyah mengeser Husein. Demi kepentingan politiknya maka Ummayyah memberikan wacana kepada Umat Islam, bhw terbunuhnya Husein itu sudah merupakan taqdir Allah. Husein tidak dibolehkan memerintah, buktinya adalah dia tewas, yg diperbolehkan oleh Allah adl dirinya, begitu kata pembesar2 dan pengikut2 Ummayyah..


Itulah taqdir, begitu wacana sesat yang dihembuskan dinasti Ummayyah. Jadi bagaimana makna tadir itu sebenarnya ? Kita harus kembali kepada keterangan2 Allah lewat Qurannya.

 

 “Sesungguhnya Allah telah mengadakan ukuran bagi tiap-tiap sesuatu.” QS. 65:3


Menurut firman Allah dlm Al-Quran, segala sesuatu itu sudah ada ukurannya, sudah ada taqdirnya.. Maka taqdir adalah sebuah rumusan yang Allah tetapkan dan berlaku pada tiap2 sesuatu. Taqdir bisa dikatakan merupakan sistem Allah yang Dia terapkan pada apapun di dunia ini. Taqdirnya air laut adalah apabila dia disinari matahari sampai lama maka akan menguap menjadi awan. Taqdirnya api kalo disiram air yang cukup maka akan mati.


Dengan demikian, alam semesta kecuali manusia itu tidak diberi kesempatan utk memilih taqdir2nya. Sedangkan manusia diberi kebebasan utk memilih taqdir yg diinginkannya. Taqdirnya manusia yang rajin dan sabar maka akan berhasil, taqdirnya manusia yang malas maka akan sengsara hidupnya. Silahkan manusia untuk memilihnya, apakah menjadi manusia yang rajin ataukah manusia yang pemalas.

 

Bumi diberikan taqdirnya utk urusan berevolusi hanya satu utk mengitari matahari, dia tdk boleh mengitari planet atau bintang2 yg lain, bisa kacau nanti. Sedangkan manusia silahkan memilih taqdir utk kehidupannya, hanya Allah menganjurkan kepada manusia utk memilih taqdir yg terbaik buat dirinya, bukan sekedar taqdir yang baik, tapi yg terbaik.


Sering terdengar bhw jodoh, rizki dan mati adalah taqdir Allah, padahal semua yg terjadi di dunia ini adalah taqdir (rumusan2) dari Allah. Seringkali kita baru katakan itu taqdir kalao kita mendpt musibah, padahal apabila kita mendpt kesuksesan dan kebahagiaan itu juga taqdir dari sekian taqdir yg kita pilih.


Rumusan2 Allah itu tertuang dalam Lauhil Mahfudh yang mencakup rumusan Qadha dan Qadar/Taqdir tadi. Jadi Lauhil Mahfudh adalah ibarat sebuah prasasti yang menyimpan ilmu2 Allah yang terpelihara. Perbedaan Qadha dan qadar adalah :

 

Qadha itu adalah rumusan2 Allah secara global, spt misalkan bahwa tiap makhluk yang bernyawa pasti mati. Qadar/taqdir adalah rumusan2 Allah yang terinci atau rinciannya, spt misalnya ayam akan mati pada saat apa dan dimana. Sedangkan qadar/taqdir pada manusia adalah tergantung dari pilihan manusia itu sendiri.


Jadi kesimpulannya adalah qadha dan qadar adalah sistem Allah yang berlaku di dunia ini pada siapapun dan apapun. Hanya kita sebagai manusia dipersilahkan utk memilih taqdir, mau beriman silahkan, mau kafir juga boleh masing2 ada taqdirnya. Allah menghendaki kita memilih taqdir yg terbaik buat kita. Sedangkan alam raya ini tdk bisa memilih taqdirnya.


Nah, alam semesta ini sengaja Allah hamparkan di muka bumi ini agar kita bisa memilih dan menemukan taqdir yg terbaik utk kita. Pilihan rizki terbaik, jodoh terbaik, karir terbaik, kesejahteraan terbaik, nasib yang terbaik dll harus kita usahakan sendiri.


Mengenai nasib yang menimpa manusia, Allah tidak menentukan tapi manusialah yg menentukan sendiri nasibnya. Ibaratnya Allah sudah kasih tahu kepada manusia apabila dia berbuat A maka dampaknya X, tapi kalo berbuat B maka dampaknya Y. Nah apabila manusia
milih A maka dia akan bernasib X... Jadi bukan Allah yg menentukan nasib manusia tapi manusianyalah yg memilih utk itu.


NB :

Doa dapat mengubah taqdir. Allah berfirman Dia mampu menghapus apa yg sudah ditetapkan, nah dg Doa itulah taqdir kita akan berubah. Tapi sistem global Allah tetap tidak akan berubah.

 


Posted at 03:11 pm by ariefsalman
Make a comment  

Counter
Dikunjungi Sejak 1 April 2005


online

eXTReMe Tracker

Contact
--------

YM! ariefwiryanto
ariefwiryanto@yahoo.com

BLOG ARIEF HIKMAH
Arief Hikmah


JUDUL-JUDUL ARTIKEL

Profil Ahli Tafsir Quran
Prof. Dr. M. Quraish Shihab


Minal Aidin wal Faizin
MAKNA Silaturahim

Puasa
Puasa vs Bencana
Puasa & Kemenangan

Mengenal Allah : Al-Wahhab
Mengenal Allah : Ar-Rahman Ar-Rahim
Mengenal Allah Lewat Asmaul Husna

Sunnatullah & Alam
Taqwa
Cinta Tanah Air
Sahabat
Kuasa
Jasa Nabi Muhammad saw
Akhlaq
Doa
Musibah
Puasa & Kemenangan
Khusyu' dlm Sholat Kejujuran
Pemimpin
Kebutuhan Primer Pria & Wanita
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Menghargai
Takabbur
Perubahan
Qadha & Qadar/Taqdir
   

<< September 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed